Surganya Wisata Indonesia

Tengok Kampung Edukasi di Watu Lumbung Bantul

0
Tengok Kampung Edukasi di Watu Lumbung Bantul
Nilai Artikel Ini

Rute Air Terjun dan Kampung Edukasi Watu Lumbung Bantul

Pantai Watu Lumbung Jogja
Instagram by @heniefitriasih

Watu Lumbung Bantul – Kampung Edukasi Watu Lumbung Parangtritis menyuguhkan bermacam-macam keindahan dengan cara yang berbeda.   Direkomendasikan untuk Anda yang bosan dengan pariwisata yang begitu-begitu saja. Cara masuk ke kampung ini pun tergolong unik . Pengunjung diharuskan membawa buku untuk disumbangkan ke perpustakaan yang mengusung konsep sederhana namun patut untuk dikunjungi. Bagi pengunjung yang memberikan 3 buku akan mendapat hadiah berupa makanan atau souvenir. Ada cara lain untuk memasuki kampung ini, yaitu dengan bermain permainan tradisional bersama pengunjung lainnya yang tidak membawa buku. Diiringi dengan lagu anak 90’an. Nostalgia, asyik dan nyaman. Jika Anda masih merasa kesulitan masih ada jalan lain, yakni dengan membaca puisi.

Wisata Watu Lumbung Bantul Yogyakarta adalah salah satu destinasi yang sesuai untuk mengedukasi pengunjung.  Perintis pariwisata ini  adalah Muhammad Boy Rifai, bertujuan untuk memberdayakan memperbaiki ekonomi masyarakat sekitar dan mengedukasi wisatawan; agar siapa saja yang datang tetap belajar dan belajar. Lalu, bagaimana caranya mengedukasi wisatawan? Apakah membosankan? Memangnya hal-hal apa saja sih yang bisa kita lakukan di sana. Dan apa yang menjadikan perbedaan dengan wisata yang lain?

Air Terjun Watu Lumbung
Instagram by @ekomenk

Kawasan pariwisata ini terdiri dari beberapa warung santai, perpustakaan, tempat bermain anak, arena flying fox, area camping ground, dan sebagainya. Beberapa tempat kulinernya yaitu: Kedai Wedangan, Pusat Sate Kiloan, Lembayung, Kedai susu dan Alas Kuliner Watu Lumbung dengan menu-menu khas pedesaan siap menemani Anda menikmati keindahan alam. Baik matahari terbit pagi hari, siluet senja saat sore, maupun langit malam dengan jutaan bintang berantakan yang indah berkelip-kelip. Karena tempat makan ini buka 24 jam nonstop. Menanam pohon, melayani sesama pengunjung, dan membaca buku minimal 25 menit adalah contoh kegiatan lain yang bisa Anda kerjakan di sana. Ada pula sajian musik akustik yang digelar saat hari Jum’at. Hal unik lain misalnya di Dapur Nusantara tempat dengan konsep kantin kejujuran yang pasti tak akan ditemui kasir di sini. Benar-benar belajar jujur.

Kunjungi :  Lokasi, Spot Fotografi dan Mitos Teluk Love Jember Jawa Timur

Mendapat makanan dan minuman gratis adalah hal yang lumrah di Kampung Edukasi Watu Lumbung. Di Kedai Wedangan Watu Lumbung Wonogiri misalnya. Pengunjung yang menyumbangkan buku layak baca tadi lah yang mendapat makanan dan minuman gratis. Yang pasti, jangan menjadikan mendapat gratisan sebagai alasan Anda menyumbangkan buku. Namun karena kepedulian terhadap sesama. Di kedai ini, disediakan menu-menu tradisional. Kopi, teh, wedang uwuh dan lan-lain untuk menu minuman. Jajanan pasar seperti nagasari, getuk dan lainnya saat pagi. Nasi, tempe, sayur khas pedesaan menu siangnya. Dan menu gorengan saat sore. Bahan makanan yang disediakan pun berasal dari sekitar kedai. Memang menarik. Disediakan pula penginapan untuk pengunjung yang ingin bermalam. Lokasinya yang berada di area perbukitan dan dirimbuni pohon jati membuat Kampung Edukasi Watu Lumbung semakin menyatu dengan alam. Cocok untuk Anda yang suka tidur di alam terbuka.

Tempat Wisata di Kampung Edukasi Watu Lumbung
Instagram by @okkyta_kycring

Kampung Edukasi Watu Lumbung didominasi bangunan yang terbuat dari kayu jati. Jumlah pohon jati semakin berkurang lantaran dijadikan tiang penyangga rumah. Karenanya pihak pengelola mengajak masyarakat dan wisatawan untuk melestarikan hutan dengan kegiatan menanam pohon. Jangan lewatkan pula pemandangan matahari terbenam atau sunset. Gardu pandang pun jadi spot favorit. Pemandangan Kali Opak dan Jembatan Kretek penghubung kota Jogja dengan wilayah Parangtritis siap memanjakan mata Anda di atas Gardu Pandang. Jangan ragu lagi untuk mengunjungi salah satu wisata di Bantul ini. Namun, jika Anda benar-benar berburu kecantikan tenggelamnya mentari, ada spot yang tepat. Puncak becici. Romantisme senja di belantara pinus.

Rute Watu Lumbung dari Yogyakarta, ikuti Jalan Parangtritis setelah menyeberangi Kali Opak dengan Jembatan Kretek belok ke kiri. Akan ada petunjuk arah menuju Kampung Edukasi Watu Lumbung.

Nama Watu Lumbung digunakan di beberapa tempat wisata. Meskipun memiliki nama yang sama dengan Pantai Watu Lumbung Jogja, pada kenyataannya letak Pantai Watu Lumbung ini berbeda. Jika Pantai Watu Lumbung terdapat di Kabupaten Gunung Kidul, Kampung Edukasi ini berlokasi di Kabupaten Bantul. Atau tepatnya di Bukit Watu Lumbung, Desa Parangtritis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Juga tidak lantas membuat bingung wisatawan yang ingin berkunjung.

Kunjungi :  Rekomended Kawasan Tempat Wisata di Kaliurang

Nama Pantai Watu Lumbung bermula karena adanya karang yang berbentuk seperti lumbung untuk menumbuk padi. Terletak di wilayah Gunung Batur, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Medan yang dilalui cukup sulit dan melelahkan. Dimulai dari Pantai Wediombo, keindahan pantai yang cocok untuk Si Hobi Mancing ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki, sekitar 45-60 menit. Dari Pantai Wediombo lurus lalu ambil arah kanan dan lurus. Sekilas birunya lautan terlihat seperti danau. Kewaspadaan dan kehati-hatian tetap harus dijaga. Karena jalan yang dilalui tertutup rumput dan berdekatan dengan jurang. Tepi pantai yang dihiasi pasir putih tidak akan terlihat saat pasang. Birunya lautan dari kejauhan nampak seperti danau. Konon karang-karang yang menjorok ke pantai ini berasal dari letusan gunung berapi jutaan tahun silam.

Wisata Lumbung Purwantoro. Untuk menuju ke sana dari Purwantoro belok saja ke jurusan Bulukerto. kemudian di pertigaan setelah SD Negeri I Gondang belok ke kanan. Kemudian lurus saja melewati jalanan yang agak rusak disertai dengan tanjakan dan tikungan khas perbukitan. Setelah tiba di SD Negeri 2 Kepyar, Anda dapat memarkirkan kendaraan Anda dan mulailah berjalan kaki di jalan setapak belakang SD ini. Watu Lumbung ini berupa batuan khas perbukitan, yang sebenarnya bukan daerah wisata yang telah dikelola, melainkan hanya tempat nongkrong pemuda di wilayah sana. Namun tidak berarti tempat ini tidak layak dikunjungi. Keindahan yang ditawarkan dijamin dapat mengobati kepenatan.

Kampung Edukasi Watu Lumbung
Instagram by @primaastuthy

Selain wisata di atas, Watu Lumbung masih digunakan untuk nama wisata yang lain. Yakni Air Terjun Watu Lumbung. Beralamat di Desa Bendolo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Selain Air Terjun Watu Lumbung ada juga Air Terjun Tetes Embun. Dengan ketinggian 75 m, air terjun ini lebih tinggi daripada Air Terjun Watu Lumbung. Dari pemukiman warga, masih harus ditempuh medan berat yang sempit dan licin sejauh 6 km menggunakan kendaraan roda dua. Masyarakat sekitar telah bergotong royong untuk membuat jalan setapak dan membuka hutan yang masih perawan itu. Dengan pengharapan kelak air terjun ini akan menjadi objek wisata baru yang menarik wisatawan berkunjung ke desa mereka. Air terjun dengan ketinggian 50 m ini memang menakjubkan. Tidak jauh berbeda dengan Watu Lumbung lainnya, alkisah dinamakan Watu Lumbung karena ada batu yang mirip lumbung penumbuk padi. Jalur menuju Air Terjun Tetes Embun masih berbahaya karena melewati tebing curam dengan jurang menganga. Medan berat yang dilalui akan puas terbayar sesampainya di air terjun. Sungguh lukisan Tuhan mengingatkan kita agar senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan.

Kunjungi :  Pesona Menakjubkan Pantai Popoh Tulungagung

Jika Anda telah mengunjungi Kampung Edukasi Watu Lumbung di Bantul, bisa juga Anda kunjungi Tembi Rumah Budaya. Dari namanya saja kita sudah bisa menebak. Dapat menemui berbagai macam budaya di sana. Termasuk juga barang-barang kuno bersejarah. Yogyakarta seakan tak pernah kehabisan wisata untuk diulas. Masih ada alternatif lain. Kebun Buah Mangunan. Pada umumnya kebun buah hanya menawarkan daya tarik buah yang tersedia. Terdapat banyak buah seperti mangga, jambu air, jeruk, durian dan sekitar 200 an pohon buah lain tidak menjadikan satu-satunya alasan Kebun Buah Mangunan untuk dikunjungi. Pasalnya, tempat ini justru punya keindahan yang istimewa. Tepatnya di Mangunan, Dlingo, Bantul, lokasi ini punya julukan Negeri di Atas Awan. Di sana Anda bisa menikmati suasana perbukitan, lembah dan kelok sungai, serta kabut-kabut bak kapas. Bagaimana ya sensasi menyaksikan sunset dan sunrise di Negeri di Atas Awan ? Kunjungi saja Kebun Buah Mangunan. Selain itu Anda dapat memandang Parangtritis dan Kota Bantul.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */