Pemandangan Indah di Waduk Wadaslintang Wonosobo

0

Waduk Wadaslintang Wonosobo – Wonosobo, sebuah kabupaten yang dikelilingi oleh hamparan pegunungan nan hijau yang memiliki sejuta pesona bagi para pecinta wisata. Jika kemarin kita membahas tentang keindahan Dieng Plateau, kali ini kita akan bergeser sedikit keperbatasan Wonosobo dengan Kabupaten Kebumen. Sebenarnya sudah banyak orang yang mengetahui tempat ini dan bertahun-tahun lalu sempat popular. Tapi seiring berjalannya waktu kepopuleran itu mulai meredup karena wisatanya yang belum dikelola secara maksimal, dan dua tahun belakangan ini keberadaannya mendadak naik daun menjadikan tempat ini kembali popular. Tempat apakah itu? Jawabannya adalah Waduk Wadaslintang.

Lokasi, Fungsi, Sejarah dan Misteri Waduk Wadaslintang Wonosobo Jawa Tengah

Wisata Waduk Wadaslintang
Instagram by @andy.ahmad_

Waduk Wadaslintang merupakan suatu wisata yang menyajikan keindahan waduk atau bendungan dengan airnya yang jernih dan tenang. Letaknya yang berada diperbatasan dua kabupaten menjadikan Waduk Wadaslintang dikelola oleh dua pemerintahan yang sistem pengelolaannya akan bergantian setiap tahun. Jika tahun 2015 dikelola Kabupaten Kebumen maka tahun 2016 dikelola Kabupaten Wonosobo, begitu seterusnya. Terletak di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo menjadikan Waduk Wadaslintang lebih dikenal sebagai tempat wisata di Wonosobo.

Waduk Wadaslintang dikelilingi oleh kawasan hutan pinus. Oleh karena itu udara diseitar waduk akan terasa sejuk dan segar. Ditambah dengan panorama khas pegunungan yang akan memanjakan mata Anda selama berkunjung maupun perjalanan menuju lokasi. Untuk menuju lokasi sangat mudah, bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum. Untuk yang menggunakan transportasi umum jika berasal dari Wonosobo, langsung saja naik bus jurusan Prembun Kebumen, dari situ bisa langsung turun di lokasi. Begitupun sebaliknya, jika berasal dari Kebumen mengambil bus jurusan Wonosobo dan turun dilokasi.

Lokasi Waduk Wadaslintang Wonosobo

Bagi pengguna kendaraan pribadi dari arah manapun langsung bisa mencapai lokasi dengan mudah. Meskipun aksesnya mudan dan dalam kondisi aspal baik tapi tetap harus berhati-hati dan ekstra konsentrasi, karena jalurnya beraspal hotmix akan membuat adrenalin Anda terpacu. Tetapi tidak perlu khawatir, seperti yang sudah tertulis diatas, sepanjang jalan Anda akan melewati rimbunan pepohonan dengan diselingi ladang penduduk dan perumahan yang terkesan berblok-blok. Karena memang desa diperbatasan letaknya seperti itu. Biasanya desa lalu diselingi hutan baru menemukan desa lagi, dijamin pemandangan yang akan dilalui menjadi lebih berkesan.

Kunjungi :  Daftar 8 Pantai di Jawa Barat yang Masih Alami

Tanah yang digunakan untuk membuat Waduk Wadaslintang 2626 Ha, dengan tinggi waduk 650 m, lebar 10 m dan tinggi 116 m. Dengan 113 Ha bagian genangan airnya ikut Kabupaten Wonosobo dan sebagian lagi yang merupakan kantor, 2 saluran air, lokasi utama dan PLTA berada di Kabupaten Kebumen.

Saat musim kemarau tiba, air akan surut dan membentuk suatu daratan dipenuh dengan batu putih yang berlubang. Fenomena ini mencuat sekitar 2 tahun yang lalu dan menjadikan tempat itu menjadi objek wisata baru yang diberi nama Lubang Sewu atau Erorejo. Tempat ini masih didalam kawasan Waduk Wadaslintang karena memang hasil dari Waduk Wadaslintangyang surut. Apabila musim penghujan tiba objek wisata ini tidak ada lagi. Seperti itulah keunikan Waduk Wadaslintang, menyimpan sejuta keindahan yang tak bisa kita prediksi keberadaannya.

Fungsi Waduk Wadaslintang

Fungsi Waduk Wadaslintang
Instagram by @wonosobokita

Selain sebagai tempat wisata, Waduk Wadaslintang juga memiliki kegunaan yang banyak, diantaranya dijadikan sebagai sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), lahan tambang ikan, mencegah banjir, karena sungai tanggul yang dibuat sangat kokoh dan tinggi, sebagai penampung air saat musim penghujan agar saat kemarau masyarakat tidak kekurangan air. Dan yang paling penting digunakan untuk mengairi lahan irigasi warga yang menggunakan pola tanam padi palawija setiap tahunnya. Kebutuhan air warga Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo dipenuhi sepenuhnya oleh Waduk Wadaslintang. Banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan adanya pembangunan Waduk Wadaslintang.

Luas total potensi lahan dengan irigasi mencapai 33.279 Ha, dari luas tersebut didapatkan pendapatan yang akan mensejahterakan warga sekitar, bukan hanya dari bisang pertanian tetapi juga dari listrik. Waduk Wadaslintang menghasilkan listrik 16 MWatt dengan transmisi jaringan yang dapat dijangkau kurang lebih 30 km.
Selain itu warga juga menjadikan Waduk Wadaslintang sebagai lahan untuk perikanan dan tempat favorit untuk memancing, ada beberapa pembudidayaan ikan yang dilakukan disini dengan menggunakan keramba seperti tambak ikan pada umumnya. Hal ini tidak dilarang oleh pemerintah karena budidaya ikan tersebut tidak mengganggu kinerja PLTA dan keberadaannya juga menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang datang. Bahkan ada yang sengaja datang untuk membeli langsung dilokasi.

Kunjungi :  Snorkeling di Pantai Sadranan Wonosari Gunung Kidul

Memancing di Waduk Wadaslintang

Memancing di Waduk Wadaslintang
Instagram by @wadaslintangzone

Salah satu daya tarik Waduk Wadaslintang adalah lokasinya yang cocok untuk dijadikan tempat memancing. Saat malam mulai tiba banyak warga yang datang bukan hanya dari warga setempat, tetpai warga yang berasal dari Kecamatan lain juga akan datang untuk memancing. Karena saat malam hari adalah waktu yang pas untuk memancing. Puncaknya saat bulan purnama, akan banyak warga yang memadati area pemancingan.

Ada beberapa tempat yang biasa digunakan sebagai tempat pemancingan, diantaranya dijembatan penghubung kedua Kabupaten dan disekitar batu besar. Ikan yang ada di Waduk Wadaslintang bermacam-macam, mulai dari nila, patin dan masih banyak lagi, jumlahnya yang banyak membuat pemancing menjadi lebih semangat. Ikan itu berasal dari sungai ada juga yang berasal dari ikan budidaya yang lepas dari kerapu. Bukan hal yang baru lagi jika Waduk Wadaslintang terkenal sebagai tempat pemancingan yang mengasyikkan dan indah.

Sejarah Waduk Wadaslintang

Sejarah Waduk Wadaslintang
Instagram by @wadaslintangzone

Waduk Wadaslintang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Suharto dengan waktu pengerjaan selama 7 tahun yaitu dari tahun 1982 sampai 1988. Demi pembangunan waduk ini, 9 desa yang harus dikorbankan dan warganya yang harus berpindah dari desa asal. Kurang lebih 7000 warga harus mengemasi harta benda yang dimiliki. Terjadi polemic saat pembangunannya, dimana ganti rugi tidak sesuai dengan kesepakatan, dan itu dirasa terlalu murah untuk ukuran ganti rugi waktu itu, wargapun harus merelakan dan berpindah ke Rejosari. Walaupun begitu Waduk Wadaslintang tetap dibangun dengan segala konsekuensi yang ada.

Waduk Wadaslintang dibangun dengan tipe Rockfill, dan dikerjakan dengan system pemadatan inti basah. Akhirnya pada tahun 1987 semua pintu bendungan ditutup dan pengairanpun dimulai, dengan sumber utama pengairan adalah sumngai disekitar Waduk Wadaslintang membuat air cepat naik. Sungai yang dipakai untuk mengairi Waduk Wadaslintang diantaranya adalah Kali Medono, Kali Gedhe, Kali Bedegolan sebagai sumber utama dan ada beberapa anaks ungai juga yang menyuplay, seperti Sungai Lancar, Sungai Waturangkang, Sungai Somagedhe, Sungai Tritis, dan masih banyak lagi.

Kunjungi :  Backpaker ke 5 Pantai Baru di Bantul Jogjakarta

Dengan begitu air akan cepat naik dan menenggelamkan pemukiman, ladang, bahkan ada banyak orang yang ikut tenggelam bersama dengan penuhnya air di Waduk Wadaslintang. Orang yang tenggelam kebanyakan adalah warga yang masih ingin tinggal didesanya. Akhirnya pada tahun 1988 Waduk Wadaslintang diresmikan. Bahkan konstruksi beton Waduk Wadaslintang ini banyak menuai pujian dari luar negeri karena konstruksinya yang sangat bagus, sesuai dengan keadaan tanah dan tahan lama, karena diperkirakan akan tahan hingga 200 tahun kedepan.

Misteri Waduk Wadaslintang

Misteri Waduk Wadaslintang
Instagram by @novian.bagaskaraa

Menurut warga sekitar Waduk Wadaslintang memiliki suatu kisah misteri yang sampai sekarang belum terungkap. Hal itu berhubungan dengan bulan Ramadhan, dimana saat bulan Ramadhan tiba maka air dipenampungan akan meluap dan saluran pembuangan akan penuh dengan air. Hal itu terjadi setiap tahunnya, dan tidak ada yang tau apa penyebabnya.

Wisata di Wonosobo selanjutnya

Wisata di Wonosobo selanjutnya
Instagram by @wonosoboku

Masih ada satu wisata lagi yang harus dikunjungi saat berada di Dieng, yaitu Kawah Dieng. Kawah Dieng sendiri terdiri dari tiga kawah yang semuanya masih aktif, yaitu Kawah Sikidang yang berada satu kawasan dengan Candi Arjuna, Kawah Sileri yang berada dilereng pegunungan Pagergedang dan Kawah Candradimuka yang berada ditengah ladang penduduk. Dari ketiga kawah tersebut, Kawah SIleri lah yang paling aktif dan beberpa kali masih terjadi ledakan. Dibalik itu semua, keindahan yang ditawarkan akan membuat Anda ingin terus kembali dan kembali, karena biasanya kawah berada diatas gunung, kali ini Anda bisa menjumpainya di dataran tinggi tanpa harus mendaki terlebih dahulu. Satu hal harus diingat, saat mengunjunginya Anda harus memakai masker. Sekian.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */