Eksotisme dan Legenda Telaga Warna Dieng Wonosobo

0

Telaga Warna Dieng Wonosobo – Masih dengan keindahan yang ada di Dieng yang terletak di Kabupaten Wonosobo, kali ini kita akan membahas tentang Telaga Warna. Dikatakan Telaga Warna karena air di telaga ini warnanya bisa berubah-ubah jika terkena paparan sinar matahari. Hal itu disebabkan karena kandungan sulfur yang ada cukup besar dan jika terkena sorot cahaya matahari maka warna air akan berubah sesuai dengan kandungan sulfur yang ada. Warna yang dimiliki Telaga Warna adalah hijau, kuning dan pelangi. Telaga ini menjadi telaga terluas diantar telaga lain disekitarnya. Jadi di area Telaga Warna ini bukan menjadi satu satunya telaga, masih ada Telaga Pengilon dan Telaga Merdada.

Asal Usul, Lokasi dan Tiket Masuk Telaga Warna Dieng Wonosobo

Telaga Warna Dieng Plateu
Instagram by @asep.wijanarko

Secara umum luas telaga ini mencapai 3 kali lapangan sepak bola yang berada pada ketinggian 2.000 mdpl menjadikan tempat ini sejuk nan asri dengan dikelilingi bukit yang hijau. Di tempat wisata Telaga Warna Dieng juga terdapat gua yang tak kalah indahnya untuk dikunjungi, diantara gua yang ada adalah Gua Semar, Gua Sumur Eyang Kumalasari, Gua Pengantin dan Gua Jaran. Diantara ke empat gua yang ada yang paling banyak diminati adalah Gua Semar.

Karena sesampainya didepan gua kita disambut oleh Patung Semar berwarna emas yang biasa menjadi spot foto bagi sebagian wisatawan. Didalamnya gua terdapat sebuah kolam kecil dengan airnya yang jernih. Dipercaya bahwa air tersebut dapat menyembuhkan segala macam penyakit dan bagi kaum perempuan, air tersebut membuat awet muda.

Masih di area Telaga Warna, ada juga Telaga Pengilon yang tak kalah indahnya dengan Telaga Warna. Kedua telaga ini hanya dibatasi oleh rerumputan yang tumbuh subur menjadikan garis pembeda antara kedua telaga menjadi semakin jelas. Jika Telaga Warna memiliki warna yang dapat berubah, maka Telaga Pengilon memiliki kejernihan air yang luar biasa yang bisa digunakan untuk berkaca. Karena itu telaga tersebut dikatakan sebagai Telaga Pengilon.

Bukit-bukit yang ada disekeliling Telaga Warna juga sudah dijadikan tempat wisata, yang keberadaannya mulai dilirik oleh wisatawan, sebut saja Bukit Ratapan Angin kini sudah berganti nama menjadi wisata Batu Pandang, wisata ini berlatarkan pemandangan Telaga Warna dari ketinggian. Disini akan terlihat jelas perbedaan warna yang dimiliki Telaga Warna. Secara dominan akan berwarna hijau tapi saat siang tiba dan cuaca cerah tak menutup kemungkinan Anda akan mendapati warna pelangi.

Selain dapat dilihat dari Batu Pandang bisa juga dari Petak Sembilan, disini disediakan rumah pohon yang bisa dipanjat dan menjadikan Telaga Warna sebagai backgrounnya. Banyak pilihan untuk mendapatkan keindahan Telaga Warna, dari manapun kita melihatnya, keindahan yang ada tidak akan berubah, akan tetap cantik dan alami apa adanya.

Kunjungi :  Daftar 8 Pantai di Jawa Barat yang Masih Alami

Lokasi Telaga Warna Dieng


Letak Telaga Warna di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan transportasi umum maupun pribadi. Jika Anda menggunkan transportasi umum, dari kota Wonoosobo mengambil jurusan Dieng dengan bus. Turun dipertigaan Dieng lalu dilanjutkan dengan menggunakan ojek sampai lokasi. Jika menggunkan kendaraan pribadi. Dari kota menuju Dieng sesampainya di pertigaan Dieng ambil arah kiri lurus sampai di lokasi, kurang lebih 800 m.

Jalan menuju lokasi dalam kondisi baik dengan aspal sepanjang perjalanan, dan keindahan panorama disepanjang jalan akan membuat perjalanan Anda semakin berkesan dan lelah yang ada seakan sirna begitu melihat keindahan alam yang ada.

Tiket Masuk Telaga Warna Dieng Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah

Tiket masuk Telaga Warna Dieng Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah
Instagram by @alifmudzahid

Bagi yang ingin berkunjung ke Telaga Warna untuk wisatawan local harus membayar Rp. 6.500,00 untuk kunjungan hari kerja ( Senin sampai Jum’at) dan saat weekend harus membayar Rp. 8.500,00. Sedangkan untuk wisatawan asing saat hari kerja diharuskan membayar Rp. 100.000,00 dan saat weekend membayar Rp. 150.000,00. Biaya tersebut sudah termasuk asuransi.

Untuk parkir belum termasuk dengan biaya masuk, untuk kendaraan roda dua membayar parkir sebesar Rp. 2.000,00 dan untuk kendaraan roda empat membayar Rp. 5.000,00. Fasilitas yang disedikan mulai dari area parkir yang luas, warung makan, tempat ibadah, kamar mandi, fotografer keliling, dan denah.

Dongeng dan Legenda Telaga Warna Dieng

Dongeng dan Legenda Telaga Warna Dieng
Instagram by @pujielin

Menurut penuturan salah satu tokoh masyarakat di Dieng, pada zaman dahulu ada seorang Ratu Samudra yang memiliki putri cantik yang sangat cantik. Karena kecantikannya itu, banyak kesatria yang ingin mempersunting sang putri. Hingga pada suatu saat, datanglah 2 kesatria tampan yang bermaksud untuk meminang sang putri.

Ratu bingung memilih salah satu dari keduanya, karena keduanya sama-sama tampan dan kesatria. Akhirnya Ratu membuat sayembara, barang siapa yang mampu membuat telaga dalam waktu yang cepat maka akan menjadi menantunya. Kesatria pertama membuat Telaga Menjer dengan waktu yang cepat, sedangkan kesatria kedua membuat Telaga Pengilon dengan waktu yang sedikit lama dibandingkan kesatria pertama.

Sesuai dengan perjanjian, maka kesatria pertama menang dan berhasil mempersunting putri. Selang beberapa hari setelah pernikahanya, Ratu dan putri berjalan-jalan ke Dieng. Sesampainya disana mereka takjub dengan salah satu telaga yang sangat jernih, itulah Telaga Pengilon. Ratupun bertanya kepada rakyat sekitar siapa yang membuatnya, dan ternyata adalah kesatria kedua. Mendengar hal itu, Ratu memanggil kesatria pertama yang kini jadi menantunya.

Kunjungi :  Nuansa Menakjubkan Puncak Kosakora Gunung Kidul

Dikutuklah sang menantu menjadi naga penunggu samudra dan kesatria kedua dijadikan sebagai menantu. Hal tersebut didasarkan karena Telaga Menjer yang dibuat kesatria pertama airnya beriak dan bergelombang mencerminkan sifat sang kesatria yang kasar (kurang baik). Sedangkan Telaga Pengilon yang dibuat kesatria kedua memiliki air yang jernih, berkilau, tenang, hal tersebut mencerminkan sifat kesatria yang penuh kedamaian dan baik hati.

Karena kejernihan airnya, Ratu dan putri memutuskan untuk mandi, baju yang dikenakanpun ditanggalkan pada sebuah pohon ditepi telaga. Tiba-tiba datanglah angin yang kencang sehingga baju tadi terbang dan jatuh ditelaga sebelah Telaga Pengilon, dan secara tiba-tiba airnya berubah menjadi warna warni sesuai dengan baju yang dikenakan sang Ratu dan putri. Hingga saat ini cerita itu dipercaya dan menjadi asal usul Telaga Warna Dieng Wonosobo Jawa Tengah.

Mitos dan Misteri Telaga Warna Dieng

Mitos dan Misteri Telaga Warna Dieng
Instagram by @tutustp_

Mitos yang berkembang dimasyarakat, bahwa siapapun pasangan yang datang ke Telaga Warna secara bersamaan maka sepulang dari lokasi akan ada prahara atau masalah yang menyebabkan mereka berpisah. Hal itu tidak berlaku bagi yang sudah berkeluarga. Hingga saat ini mitos tersebut masih menjadi simpang siur, tetapi ada beberapa warga yang pernah mengalaminya.

Misteri Telaga Warna sendiri sampai saat ini masih belum jelas kebenarannya, ada beberpa pengunjung yang pernah melihat penampakan wnaita cantik, atau ada beberpa pasangan yang tersesat saat mengitari telaga. Hal itu biasanya saat cuaca sedang berkabut, banyak yang mengatakan itu penampakan Ratu Samudra, ada juga yang mengatakan sang Ratu sedang mencari tumbal. Entah kebenarannya, yang perlu kita lakukan adalah berhati-hati.

Drama Telaga Warna

Drama Telaga Warna
Instagram by @melissacahyani

Dalam berbagai kesempatan, masyarakat sering menyajikan drama dengan judul Telaga Warna yang naskahnya biasanya dikisahkan dari Telaga Warna Jawa Barat. Dalam naskah yang ada, biasanya tokoh akan memerankan Prabu Suwartalaya, Ratu Purbamanah, Gilang Rukmini, Penasehat, Tukang Perhiasan dan rakyat.

Drama tersebut berisi tentang sebuah kerajaan di Jawa Barat yang dipimpin oleh sang Prabu dan Ratu. Meskipun kerjaan damai dan tentram, tapi tidak dengan kehidupan Prabu dan Ratu. Mereka merasa sedih karena sekian lama belum juga dikaruniai keturunan yang nantinya akan mewarisi kerajaan. Sepanjang hari Ratu menangis, karena tidak tega maka Prabu pergi ke hutan untuk bertapa dan berdo’an supaya mendapat keturunan. Setelah sekian lama akhirnya sang Ratu hamil dan melahirkan seorang putri yang cantik dan diberi nama Gilang Rukmini.

Kunjungi :  Aktivitas, Fasilitas dan Rute Menuju Pantai Plengkung Banyuwangi

Kelahiran putri mahkota tersebut membuat rakyat menjadi bahagia dan dengan bantuan penasehat kerajaan sang Prabu mau menerima sesembahan rakyat sebagai rasa syukur atas kelahiran putrinya. Saat menginjak ulang tahunnya yang ke 17 sang Prabu bermaksud membuat perhiasan berupa kalung terbaik yang dibuat oleh tukang perhiasan terbaik di kerajaan.

Tapi apalah daya, niat hati ingin membahagiakan putri, tapi saat kalung itu diberikan sang putrid merasa tidak suka dan langsung melemparnya. Melihat tingkah laku putrinya itu sang Ratu menangis, begitu juga Prabu dan seluruh rakyatnya. Tiba-tiba dari halaman istana muncul mata air yang menyembur tiada henti sampai menenggelamkan kerjaan yang kini menjadi Telaga Warna. Demikian naskah drama Telaga Warna yang biasa dipentaskan.

Wisata lain di Wonosobo

Lokasi Telaga Warna Dieng
Instagram by @melissacahyani

Selain keindahan Telaga Warna, masih ada satu lagi telaga yang menjadi tempat favorite untuk didatangi. Ini adalah Telaga Menjer, telaga yang terletak di Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo ini memiliki air yang jernih kehijauan dengan pemandangan alam berupa perbukitan dan untuk menikmati ketenangan air yang ada, Anda bisa menaiki sampan untuk berkeliling lokasi dengan jarak tempuh kurang lebih 30 menit untuk satu kali putaran. Dan jaraknya yang dekat dengan pusat kota akan memudahkan Anda saat berkunjung, karena jarak yang ditempuh hanya 12 km dengan waktu tempuh 20 sampai 30 menit.

Bukan hanya telaga, Dieng juga terkenal dengan Negeri Diatas Awannya, asal mulanya karena keindahan letaknya yang berada dipegunungan dan ditambah dengan sensasi sunrise di Gunung Prau dan Bukit Sikunir. Gunung Prau sendiri memiliki julukan Golden Sunrise terbaik se Asia Tenggara dengan jalur pendakian uatama di Patak Banteng yang berlokasi di Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Puncaknya yang didominasi rumpat hijau dan bukit-bukit kecil, dengan sedikit pepohonan, menjadi ciri khas dari gunung yang satu ini.

Sedangkan untuk Bukit Sikunir, menjadi top 5 Golden Sunrise se Asia Tenggara, prestasi yang membanggakan untuk Wonosobo khususnya, bagi pecinta sinar matahari pagi tapi tidak suka dengan pendakian yang panjang, Bukit Sikunir adalah solusinya. Medan yang mudah dengan jaraknya yang tidak terlalu panjang sangat cocok bagi para pemula, apalagi ditambah dengan pemandangan Telaga Cebongan yang terletak dibawahnya, pasti akan membuat Anda takjub. Selamat berlibur dan have fun.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */