Asal Usul Wisata Pulau Cangkir Kronjo Tangerang Banten

0

Pulau Cangkir Kronjo – Setelah memisahkan diri dari Jawa Barat dan mendirikan provinsi sendiri, Banten tidak kalah menariknya dari Jawa Barat. Apalagi dilihat dari segi destinasi wisatanya. Banyak sekali yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Pulau Cangkir, unik sekali ya nama pulau ini? Mau tahu asal usul wisata Pulau Cangkir Kronjo Tangerang Banten? Simak ulasannya berikut ini.

Keindahan Pulau Cangkir
Instagram by @nindyeliza

Peta dan Alamat Pulau Cangkir, Tangerang, Banten

Wisata pulau cangkir ini berlokasi di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Serang, Banten. Tidak sulit mencari alamat atau lokasi Pulau Cangkir Banten, Anda cukup naik bus jurusan Kali Deres – Kronjo dari Jakarta. Bis ini akan mengantarkan Anda menuju pulau ini.

Atau jika ingin yang lebih praktis, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju wisata Pulau Cangkir ini. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan ke Pulau Cangkir ? tenang saja, Anda hanya akan menghabiskan waktu sekitar 2 jam dari Jakarta. Ya, jika Anda dari Jakarta ikuti Tol Jakarta-Merak sampai Kabupaten Tangerang. Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan, Anda akan bertemu dengan Jalan Pasar Kemis atau Siliwangi.

Ikuti jalan tersebut hingga Anda tiba di Jalan Raya Cadas – Daon. Setelah itu belok kiri pada tikungan pertama. Setelah kira-kira 10 menit perjalanan Anda akan menjumpai sebuah persimpangan. Pilih tikungan ke kanan untuk menuju ke Pulau Cangkir.

Sesuai bentuknya, maka pulau seluas 4,5 hektar ini dinamakan dengan Pulau Cangkir. Pulau Cangkir merupakan salah satu destinasi wisata ziarah karena di dalamnya terdapat makam salah seorang ulama besar Banten. Jadi bukan hanya bermain-main di pulau ini, Anda juga bisa berziarah pula ke makam wali.

Kunjungi :  Cantiknya Festival Lampion Monumen Jogja Kembali Malam Hari
Pulau Cangkir Tangerang
Instagram by @r_zuliansyah

Ketika memasuki kawasan ini Anda akan disuguhi panorama hutan mangrove yang tersebar di sepanjang jalur menuju pulau. Untuk masuk ke Pulau Cangkir Anda hanya cukup merogoh kocek sebesar 6000 rupiah. Tarif tersebut sudah termasuk biaya masuk tempat pelelangan ikan. Dan jika Anda membawa kendaraan sendiri, akan ada biaya untuk parkir. Anda cukup mengeluarkan biaya Rp.3000 untuk parkir kendaraan.

Uniknya di pulau ini, selain berwisata ziarah Anda juga bisa mengamati secara langsung kehidupan sehari-hari nelayan. Dimulai dari bagaimana nelayan merawat kapal hingga mengolah hasil tangkapan. Anda juga bisa melihat bagaimana nelayan membuat atau memperbaiki kapal para nelayan.

Menarik sekali bukan? Anda yang hidup di daerah perkotaan pasti akan menemukan kedamaian melihat aktivitas nelayan yang begitu telaten. Bekerja dengan kesungguhan hati tanpa keterpaksaan dan penuh tekanan. Nelayan bekerja bukan semata mencari biaya untuk kehidupan sehari-hari tapi juga karena menemukan jati diri mereka pada profesi tersebut.

Sejarah Pulau Cangkir Kronjo Tangerang Banten

Lanjut ke sejarah dan asal usul pulau Cangkir Balaraja ini ya. Dahulu kala, Pulau Cangkir merupakan daratan yang terpisah dari Pulau Jawa. Karena adanya makam Pangeran Hasanuddin di tempat ini dan banyaknya masyarakat yang ingin ziarah masyaraktpun membangun jembaran. Jembatan penghubung ini dibuat masyarakat sekitar untuk memudahkan para peziarah yang ingin datang ke tempat ini.

Pulau cangkir menjadi tempat wisata ziarah sebab di dalam pulau ini ada makam Pangeran Jaga Lautan. Siapakah Pangeran Jaga Lautan itu? Jadi beliau adalah sang pangeran yang merupakan keturunan langsung dari sultan pertama Banten, Pangeran Hasanudin. Beliau adalah putra pertama sultan Hasanuddin dengan selir.

Pulau Cangkir
Instagram by @ahmad_yani182

Ketika bulan Maharram tiba, banyak sekali peziarah yang datang ke pulau ini. Karena pulau cangkir Kronjo Tangerang Banten lebih dikenal dengan wisata ziarah daripada wisata untuk hiburan semata. Jika Anda ingin berwisata untuk hiburan, Ada banyak wisata Tangerang lainnya.

Kunjungi :  37 Pesona Tempat Wisata di Tasikmalaya yang Memikat Pengunjung

Salah satunya pantai Tanjung Pasir Tangerang Banten. Pantai ini bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya. Selain keindahan pantai Tanjung Pasir yang terkenal, Anda juga mampir ke Pulau Untung Jawa di kepulauan Seribu.

Jika Anda ingin pergi ke pantai ini, dari Jakarta carilah arah bandara Soekarno-Hatta . Dari jalan tersebut, ambillah jalan terus ke arah utara. Nanti urang lebih 5 KM dari lokasi, sudah ada plang petunjuk untuk menuju ke arah Pantai Tanjung Pasir Teluk Naga.

Selain Tanjung Pasir, ada juga pulau Sangiang Anyer. Meskipun Banten sudah memisahkan diri dari Jawa Barat dan masih terbilang baru menjadi provinsi. Destinasi wisata di Banten tidak kalah bagusnya dengan provinsi yang ada di Jawa Barat ataupun provinsi lainnya di Indonesia.

Jika di Pulau Cangkir Anda diajak berwisata ziarah, maka di Pulau Sangiang ini Anda akan diajak untuk bermain-main di dalam laut. Ya, Sangiang adalah sebuah pulau kecil yang mempunyai pemandangan laut yang sangat indah.

Pulau Sangiang berada di desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Indonesia. Pulau Sangiang sendiri adalah perpaduan dari berbagai wisata alam, wisata bahari, dan wisata budaya.

Pulau Sangiang memiliki pemandangan alam yang luar biasa indah. Pantai-pantainya terlihat cantik dengan hamparan pasir putih menyatu dengan birunya laut. Pemandangan tersebut didukung dengan tumbuhnya aneka ragam tumbuhan dan hewan.

Wisata Religi Pulau Cangkir Tangerang
Instagram by @rmahendra7

Di pulau Sangiang ini Anda bisa menelusuri alam, mendaki gunung, memotret, bersepeda, berkemah dan menikmati panorama alam pantai yang landai maupun pantai yang curam. Untuk berwisata bahari, Anda bisa scuba diving, snorkeling , memancing atau hanya berjemur.

Karena wisata ini masih terbilang baru, maka fasilitas yang ada di sini terbilang minim. Tapi meskipun minim fasilitas, pulau Sangiang tetap menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.

Kunjungi :  52 Tempat Nongkrong Murah di Malang yang Romantis

Nah, setelah bersenang-senang di pulau Cangkir dan Sangiang, tidak lengkap rasanya jika tidak berwisata religi lagi di Masjid Agung Banten.Ya, Banten dari dulu memang dikenal dengan objek wisata, sejarah, religi hingga kebudayaan. Semuanya ada di provinsi yang sudah hampir 16 tahun berdiri ini. Lokasi Masjid Agung Banten sendiri berada di Serang, Kasemen, Banten, Jl. Raya Banten Lama.

Sejarah didirikannya Masjid Agung Banten adalah pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin dan putranya Sultan Maulana Yusuf. Masjid ini didirikan pada tahun 1566 M atau bertepatan dengan bulan Dzuhijjah 966 Hijriyah. Adapun Bangunan Tiyamah yang ada di sebelah selatan masjid adalah bangunan tambahan untuk memperindah masjid ini.

Bangunan ini mempunyai langgam arsitektur Belanda kuno. Langgam arsitektur kuno ini dibangun oleh Hendrick Lucas Cardeel, seorang arsitek Belanda yang beragama Islam dan oleh sultan diberi gelar Pangeran Wiraguana. Adapun Menara yang ada di Masjid Agung Banten dibangun oleh Lucas Cardeel.

Ya, itulah sekilas sejarah masjid Agung yang bisa diulas. Anda bisa membaca ulasan lengkapnya di artikel Lokasi Masjid Agung Banten. Segeralah berkunjung ke Banten dan nikmati berbagai wisata yang ada di provinsi ini.

So, seperti itulah yang bisa kami bahas mengenai asal usul Pulau Cangkir Kronjo Tangerang Banten. Selamat berwisata.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */