Surganya Wisata Indonesia

Tempat Wisata Bersejarah Museum Sangiran Sragen yang Sangan Fenomenal

0
Tempat Wisata Bersejarah Museum Sangiran Sragen yang Sangan Fenomenal
Nilai Artikel Ini

Museum Sangiran Sragen – Selamat datang di Kabupaten Sragen. Diam-diam, The Ancient of Java ini menjadi pusat perhatian dunia karena penemuannya di bidang kepurbakalaan yang cukup menggemparkan. Bagi Anda pecinta barang-barang kuno, tentu tidak asing dengan kabupaten yg Asri ini. Karena penemuannya tersebut, sampai-sampai Kabupaten Sragen mendapat julukan pula sebagai Kota Fosil, karena memang banyak ditemukan fosil-fosil langka yang diduga menjadi awal dari peradaban di dunia. Untuk lebih meyakinkan akan keberadaan fosil tersebut, kini saatnya Anda berwisata sejarah dan berwisata edukasi ke Museum Sangiran di Sragen. Selain mendapatkan ilmu tambahan mengenai dunia purbakala, Anda juga akan mendapatkan banyak pengalaman tentang tata cara penelitian. Sebagai hiburan tambahan ketika Anda bertandang ke Sragen, ada satu lagi tempat wisata di Sragen yang bisa Anda sambangi yaitu Gunung Kemukus. Mungkin sebagian dari Anda tidak asing lagi dengan wisata gunung yang satu ini. Hal pertama yang ada dalam benak Anda bisa saja hal negatif, tapi jangan salah, wisata gunung ini sebenarnya juga merupakan tempat wisata bersejarah dan religi karena terdapat sebuah makam yang biasa pengunjung datangi untuk berziarah.

Sejarah, Lokasi, Harga Tiket Masuk dan Koleksi Museum Sangiran Sragen

Sejarah, Lokasi, Harga Tiket Masuk dan Koleksi Museum Sangiran Sragen
instagram by @museumsangiran

Cerita awal sejarah Museum Sangiran Sragen Jawa Tengah di daerah Sangiran ini bermula dari tahun 1930-an dengan ditemukannya sebuah atap tengkorak oleh warga setempat yaitu Setu Wiryorejo. Beliau ini adalah seorang yang bekerja sebagai petani dan menemukan fosil tersebut di area tempatnya bekerja. Karena dianggap sebagai penemuan penting, akhirnya diadakanlah penelitian perdana oleh seorang warga Belanda bernama G.H.R Von Koenigswad di sekitar wilayah tersebut. Ternyata benar saja. Banyak sekali benda-benda langka yang terkubur di tanah Sangiran ini. Akhirnya, Von Koenigswad ini mengajak serta warga sekitar untuk turut melakukan pencarian serta mengumpulkannya sebagai bukti penelitian. Fosil maupun kerangka yang berhasil ditemukan secara bersama-sama ini dikumpulkan di salah satu rumah penduduk milik Kepala Desa setempat. Proses pengumpulan ini berlangsung cukup lama sekitar 40-an tahun sampai dengan tahun 1975.

Koleksi Museum Sangiran Sragen pertama kali ini terdengar di telinga orang-orang hingga membuat banyak pengunjung datang untuk melihat seperti apa benda-benda purbakala yang berhasil ditemukan di Jawa Tengah tersebut. Karena semakin banyak wisatawan yang datang dan semakin banyak pula koleksi benda-benda yang ditemukan, selanjutnya, tercetuslah ide untuk membangun museum sebagai tempat yang lebih aman, nyaman dan rapi serta menyambut para wisatawan yang hendak menengok isi Museum Sangiran Sragen. Dibangunlah sebuah museum sederhana tidak jauh dari Balai Desa Krikilan. Dua tahun setelahnya yaitu pada tahun 1977, Museum Sangiran ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO. 3 tahun kemudian pada 1980, area museum mulai diperluas dengan luas tanah 16.675 meter persegi seperti yang bisa Anda lihat pada saat ini. Kini, dari tahun ke tahun, fasilitas yang disediakan oleh pengelola semakin lengkap mengingat kebutuhan pengunjung yang semakin beragam.

Kunjungi :  Keindahan Wisata Alam di Gantole Wonogiri

Lokasi Museum Sangiran Sragen Colomadu

Museum Sangiran berada pada 20 kilometer dari arah Solo. Lokasi tepatnya berada di Desa Kalijambe, Kecamatan Sangiran, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Tempat wisata museum memang berada pada lokasi tersebut, namun, lokasi penelitian kepurbakalaan atau lebih dikenal dengan situs Sangiran berada dalam area 56 kilometer persegi yang mencakup 4 kecamatan, yakni Kecamatan Plupuh, Kecamatan Gemolong, dan Kecamatan Kalijambe sendiri, serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Alamat Museum Sangiran Sragen ini ada di daerah strategis, sehingga Anda tidak akan kesulitan dalam menemukan lokasinya.

Anda yang datang dari arah Timur atau daerah Surabaya, bisa langsung menuju Kota Sragen kemudian ke arah Kecamatan Kalijambe dan Desa Sangiran. Apabila Anda dari arah Selatan yaitu Yogyakarta, rute termudah adalah melalui Solo, kemudian Kecamatan Kalijambe dan bisa langsung ke Sangiran. Dari arah ini, Anda harus melakukan perjalanan tambahan sejauh 20 kilometer untuk bisa tiba di lokasi Museum Sangiran. Jika Anda berangkat dari Utara atau dari arah Semarang, Anda bisa melalui jalur Purwodadi dan mencari arah ke Kecamatan Kalijambe. Rute ini Anda lalui jika Anda mengendarai kendaran pribadi maupun angkutan umum. Jika Anda menggunakan moda transportasi udara atau pesawat terbang, Anda bisa transit di Bandara Adi Sumarmo kemudian sebagai alternatif termudah, Anda bisa menyewa taksi atau kendaraan umum semacamnya untuk bisa langsung mencapai lokasi.

Harga Tiket Masuk Museum Sangiran Sragen dan Jam buka Museum

Harga Tiket Masuk Museum Sangiran Sragen dan Jam buka Museum
instagram by @museumsangiran

Harga tiket untuk bisa menikmati fasilitas tempat ini sangatlah terjangkau. Ada dua pembayaran tiket yang bisa Anda lakukan. Yakni ketika hanya memasuki kawasan atau area luar museumnya saja, dan tiket ketika masuk ke dalam museum. Untuk dapat masuk ke dalam area saja, Anda dikenakan biaya sebesar Rp. 3.500 bagi Anda wisatawan domestik serta Rp. 7.500 untuk wisatawan asing dan bila ingin masuk ke dalam lokasi museum, Anda harus membayar biaya tambahan yakni Rp. 1.500.

Kunjungi :  Rute Menuju Lokasi Kebun Teh Nglinggo Kulon Progo

Jam buka Museum Sangiran Sragen ini adalah pukul 08.00 pagi sampai pukul 04.00 sore pada hari Selasa sampai dengan hari Minggu. Anda ingat-ingat benar masalah hari buka ini ya. Jangan sampai Anda sudah lelah datang dari tempat Anda yang jauh, namun ketika sampai di lokasi, Anda hanya disambut oleh pintu gerbang yang tertutup. Atau apabila Anda memang berniat datang pada Hari Senin, Anda bisa terlebih dahulu hunting hotel sebagai tempat tinggal sementara, dan melanjutkan perjalanan ke museum pada hari berikutnya. Anda yang masih berprofesi sebagai pelajar maupun mahasiswa, bisa menjadikan tempat wisata ini sebagai objek penelitian dengan memperoleh izin khusus dari pihak pengelola museum. Jika ingin memperoleh informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi terlebih dahulu nomor telepon Museum Sangiran Sragen di (0271)-6811463.

Koleksi Museum Sangiran

Koleksi Museum Sangiran
instagram by @museumsangiran

Setelah melakukan penelitian selama berpuluh-puluh tahun, museum ini telah mengoleksi 13.809-an buah fosil. Angka tersebut merupakan angka terbesar dalam sejarah museum di Indonesia. Bahkan, Museum Sangiran ini merupakan museum terlengkap se-Asia. Ada pula yang mengatakan bahwa Sangiran ini merupakan situs terbesar di dunia. Prestasi yang patut diacungi jempol. Karena itulah, tak jarang banyak peneliti dari seluruh dunia dari berbagai negara datang ke tempat ini untuk melakukan berbagai penelitian. Banyak bidang ilmu yang bisa dipelajari dari objek wisata ini. Anda bisa belajar tentang bidang keilmuan arkeologi, biologi, geologi, dan paleoanthropologi.

Ruangan dalam museum ini terbagi menjadi tiga. Ruang pamer 1, ruang pamer 2, dan ruang pamer 3. Ada satu hal menarik yang akan Anda jumpai sebelum Anda masuk ruang pamer pertama. Terdapat satu tempat yang didalamnya diletakkan lahar purba yang hampir berusia 2 juta tahun. Lahar tersebut berasal dari letusan Gunung Lawu berjuta-juta tahun silam. Anda jangan sampai melewatkan spot ini ya. Banyak sekali wisatawan yang datang ke tempat ini menyempatkan waktu untuk menyentuh secara langsung lahar Gunung Lawu Purba ini dan berfoto. Anda bisa melihat gambar Museum Sangiran Sragen khusus di tempat ini dengan hasil jepretan yang bermacam-macam.

Kunjungi :  39 Tempat Wisata di Garut Jawa Barat Paling Terkenal
Lokasi Museum Sangiran Sragen Colomadu
instagram by @museumsangiran

Ruang pamer pertama memperlihatkan hasil penemuan dan penelitian yang dilakukan sejak masa G.H.R. Von Koegniswad dan beberapa peneliti asing lain. Penemuan yang dipamerkan berupa fosil-fosil yang ditemukan di wilayah situs Sangiran. Ruang pamer kedua berisi urut-urutan kehidupan manusia mulai dari manusia purba sampai dengan manusia modern. Di ruang kedua ini, wisatawan dapat melihat audio visual yang disediakan, yang memperlihatkan proses terjadinya alam. Ruang pamer terakhir berisi patung replika kehidupan manusia jaman Homo Erectus, hewan-hewan purba baik hewan darat maupun hewan laut seperti gajah purba, kerbau, buaya, ikan, kepiting, dan lain sebagainya.

Bagaimana? Menarik bukan berkunjung ke tempat bersejarah? Kegiatan berwisata ke Museum Sangiran ini bisa menjadi alternatif pembelajaran tentang sejarah yang tidak membosankan. Belajar sejarah tidak melulu tentang membaca buku dan duduk diam di dalam kelas. Anda yang ingin suasana berbeda, ajaklah kelompok belajar Anda untuk mengunjungi Kabupaten Sragen.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */