Mitos dan Kisah Menara Kudus yang Sangat Bersejarah

0

Menara Kudus – Menjadi salah satu Kabupaten yang memiliki banyak potensi, menjadikan Kudus sebagai wisata yang patut untuk dikunjungi baik secara spiritual maupun rasional. Disini banyak sekali tempat wisata di Kudus yang bisa dikunjungi, mulai dari Air Terjun Pengantin yang berada di Dukuh Bakaran, Desa Piji, Dawe. Disini pengunjung akan menikmati kesegaran dan keindahan air yang jatuh dengan suara gemuruhnya yang khas. Ditambah dengan keadaan disekitar lokasi yang menjadikannya semakin mempesona. Air terjun ini terdiri dari dua buah yang terletak sejajar dan hanya dibatasi oleh tanah dan bebatuan. Seperti layaknya air terjun kembar. Air Terjun Pengantin ini akan membuat siapapun yang datang merasakan kenyamanan dan kesunyian yang ada disini.

Selain itu, ada pula Gunung Muria yang sebagian memang menjadi wilayah Kudus, dengan berbagai keindahan yang ditawarkan di setiap puncaknya, menjadikan gunung yang satu ini menjadi idola bagi yang ingin mendapatkan sesembahan atau kenyamanan hidup. Bulan Suro atau Muharram menjadi puncak keramaian di Gunung Muria ini. Dan jalur yang paling terkenal adalah Jalur Naganya sedangkan puncak tertingginya disebut Puncak Songolikur. Bahkan banyak wisata yang ada di kawasan lereng gunung ini, jadi jangan sampai ketinggalan untuk datang meramaikan Gunung Muria. Sudah membahas tentang Kudus tidak lengkap jika tidak membahas ikon kota ini yang sekaligus menjadi tempat wisata yaitu wisata religi Menara Kudus

Arsitektur, Sejarah dan Mitos Obyek Wisata Menara Kudus

Arsitektur, Sejarah dan Mitos Obyek Wisata Menara Kudus
Instagram by @sekitarkudus

Menara Kudus merupakan salah satu bukti peninggalan masa lalu yang keberadaannya dimanfaatkan sebagai objek wisata dengan berbagai keunikan dan sejarah yang tidak perlu diragukan keindahannya. Menara Kudus sendiri merupakan sebuah masjid dengan arsitektur yang merupakan peninggalan dari Ja’far Sodiq atau kita mengenalnya sebagai Sunan Kudus. Dibangun pada tahun 1549 Masehi atau 956 Hijriah. Masjid Menara Kudus ini dapat disebut juga Masjid Al Manar, sedangkan nama resminya adalah Masjid Al Aqsa Manarat Qudus. Lokasi masjid ini berada di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Jika dari arah Jepara pengunjung dapat menemuinya di sebelah Barat dengan jarak 3 km saja. Dan tahukah pengunjung bahwa untuk menuju terminal wisata Menara Kudus ini sangat mudah, letaknya dipusat kota menjadi salah satu penyebabnya. Dan banyak petunjuk arah yang menuju ke lokasi.

Keunikan yang ada di Menara Masjid Kudus ini adalah bentuk arsitekturnya yang merupakan percampuran budaya Hindu-Buddhis dengan budaya Islam sehingga menjadikan salah satu bukti toleransi yang ada di tanah Jawa ini, khususnya Kudus. Jadi jika ada pertanyaan yang menyebutkan mengapa Menara Masjid Kudus terlihat seperti candi? Pengunjung sudah tahu jawabannya, sebagai bukti penyebaran agama dan toleransi dalam beragama karena lebih tepatnya bangunan Menara Kudus ini mirip dengan candi Hindu. Menara Kudus memiliki tinggi 18 meter dengan dasarnya berukuran 10 x 10 meter. Dengan daya tampung jamaah sekitar 2.000 orang. Setiap tahunnya, warga sekitar menjadikan Masjid Menara Kudus sebagai pusat Festival Dhandhangan yang digelar untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

Kunjungi :  Keindahan Pantai Ayah Kebumen yang Selalu Ramai Pengunjung

Bukan hanya itu, masih ada satu tradisi lagi yang biasa dilaksanakan tanggal 10 Suro yang bernama Buka Luwur, luwur sendiri berarti makam. Acara adat ini merupakan sebuah acara mengganti kain yang menutupi makam dan diganti dengan yang baru. Kegiatan ini dilakukan setahun sekali. Saat acara ini akan ada sesi pembagian nasi dan bekas kain penutup makam yang sudah dipakai. Beberapa warga meyakini jika berhasil mendapatkan kain serta nasi yang dibagikan maka keberuntungan akan memihak kepadanya. Dan tahukan kalian bahwa foto Menara Kudus tempo dulu dengan gambar Masjid Menara Kudus sekarang tidak ada perubahan, jadi dapat dikatakan menara masjid ini masih asri. Jika pengunjung masih kurang percaya akan kebenarannya bisa langsung menuju ke lokasi.

Makam Sunan Kudus

Makam Sunan Kudus
Instagram by @sofianaratna

Membahas tentang Masjid Menara Kudus tidak lengkap tanpa si empunya yaitu Sunan Kudus. Di sisi Barat dari kompleks Masjid Menara Kudus itulah letak makam Sunan Kudus. Atau lebih mudahnya jika mengatakan bahwa kompleks pemakaman ada dibelakang bangunan Masjid Menara Kudus, disini bukan hanya menjadi Makam Sunan Kudus saja, tetapi juga menjadi makam ahli waris beliau, seperti Pangeran Pedamaran, Panembahan Palembang, Panembahan Condro dan lain sebagainya. Karena sejatinya objek wisata Menara Kudus peninggalan kerajaan Islam di Jawa pada masa Walisongo.

Banyak peziarah yang datang dari penjuru nusantara bahkan dunia yang singgah di tempat ini. Bahkan waktu berkunjungpun tidak dibatasi, setiap hari 24 jam non stop selalu ada pengunjung yang datang. Kebanyakan yang datang berupa rombongan dengan jumlah jamaah yang tidak sedikit. Bahkan mereka rela untuk berdesak-desakan atau mengantri demi bisa sampai di lokasi.

Sejarah berdirinya Menara Kudus

Sejarah berdirinya Menara Kudus
Instagram by @hasan_ali3182

Sejarah Menara Kudus ini dibangun dan diprakarsai sendiri oleh Sunan Kudus, hal tersebut digunakan sebagai salah satu media untuk berdakwah yang melalui pendekatan budaya. Pada abad ke-7, banyak warga yang menganut ajaran Hindu dan Budha bahkan ada juga yang masih menganut animisme dan dinamisme. Akhirnya beliau memiliki sebuah gagasan yang dijadikannya sebagai sebuah strategi untuk menyebarkan agama dengan membangun sebuah masjid yang keberadaannya diadaptasi dari kebiasaan warga yang ada, tidak heran jika masjid ini memiliki arsitektur yang unik dan menarik. Bahkan gambar Menara Masjid Kudus ini menjadi daya tarik dan ikon kota Kudus ini.

Kunjungi :  43 Tempat Wisata Baru di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur

Menurut prasarti batu berukuran panjang 46 cm dan lebar 30 cm yang ada di mihrab masjid, mengemukakan bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1549 Masehi atau dalam kalender arab 956 Hijriah. Tulisan yang tertera di prasasti menggunakan bahasa Arab. Diketahui bahwa batu pertama yang diletakkan di masjid ini adalah batu yang berasal dari Palestina, oleh karena itu dinamakan Masjid Al Aqsha. Perlu diketahui bahwa Masjid Menara Kudus berdiri setelah Menara Kudus berdiri, jadi tidak didirikan secara bersama. Jadi begitulah kira-kira sejarah Masjid Menara Kudus dan sekaligus menjadi asal usul Menara Kudus.

Arsitektur Menara Kudus

Arsitektur Menara Kudus
Instagram by @vita.dr

Bangunan Menara Kudus terbuat dari kumpulan batu bata yang berwarna merah yang terdapat diseluruh kompleks masjid, bukan hanya itu tapi juga di bagian menara dan makam Sunan Kudus. Disini banyak berdiri gapura yang kesemuanya berdiri secara kokoh, didalam masjid kita dapat menemukan dua buah gapura kori agung yang mengagumkan. Gapura yang ada didalam masjid ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan gapura yang ada diluar masjid. Dibagian kanan dan kiri gapura terdapat hiasan dinding yang membuat gapura lebih unik dan indah.

Bukan hanya itu, di serambi depan masjid juga terdapat gapura paduraksa yang dikenal dengan nama Pintu Kembar, pintu tersebut memiliki corak Hindu yang masih kental. Untuk tubuh dari Menara Kudus sendiri dihiasi 32 buah piringan yang bergambar. 20 piring bergambar masjid, pohon kurma, manusia dan unta dengan warna dominan biru. Dan sisanya berwarna merah dengan gambar kembang atau bunga.

Didalamnya menara terdapat sebuah tangga yang dibuat dari pohon jati. Mihrob yang ada di Masjid Menara Kudus ini dihiasi keramik dibagian atasnya dan terdapat jendela di sebelah kanan dan kirinya, sedangkan di bagian depan terdapat dua buah bendera berwarna hijau dengan garis benang sutra keemasan. Anda bisa melihat gambar Menara Kudus Mosque untuk mengetahui terlebih dahulu gambaran yang ada sebelum Anda berkunjung sendiri ke sana.

Kunjungi :  Pantai Watu Kodok Gunung Kidul Alami Hingga Kini

Untuk lebih terperincinya, Masjid Menara Kudus memiliki 4 buah jendela dengan lima pintu di masing-masing kanan dan kirinya, dimana pintu yang berukuran besar ada 5 buah. Untuk tiang besar yang berada didalam masjid ada 8 buah dengan kesemuanya terbuat dari kayu jati. Didalam area masjid terdapat kolam yang dijadikan sebagai tempat wudhu dan merupakan padasan peninggalan jaman kuno. Selain kolam, di komplek ini juga terdapat 8 buah tempat wudhu dengan hiasan arca diatasnya dengan panjang 12 meter, lebarnya 4 meter dan tinggi yang dimiliki 3 meter. Jumlahnya 8 berdasarkan keyakinan Buddha yang mengatakan Asta Sanghika Marga yang berarti Delapan jalan Kebenaran.

Seperti bangunan Hindu pada umumnya, menara ini juga terdiri dari 3 bagian, yaitu kaki, badan dan atap. Untuk bagian kakinya terdapat motif khas Jawa-Hindu yang diperkuat dengan peletakan batu bata yang tidak menggunakan perekat, hal ini menjadi ciri khasnya. Sedangkan budaya Jawa dapat dilihat dari atap menara yang terbuat dari pohon jati, serta puncak atau tajugnya berbentuk seperti masjid tradisional Jawa yang merupakan rujukan Jawa-Hindu. Disini juga dihiasi dengan antefiks atau hiasan seperti bukit kecil.

Mitos yang ada di Masjid Menara Kudus

Mitos yang ada di Masjid Menara Kudus
Instagram by @risaijot

Seperti halnya tempat lainnya, di Masjid Menara Kudus ini terdapat mitos yang cukup unik dan bisa menjadi pelajaran tersendiri bahkan menjadi cerita Menara Kudus yang sangat menarik dan memikat. Dimana jika ada pejabat yang tidak amanah berjalan melewati lorong gapura di Masjid Menara Kudus ini maka jabatan dari pejabat itu akan hilang, ditambah jika dia menggunakan seragam dinasnya. Hal tersebut sudah ada sejak lama, konon didasarkan kepada rasa tidak suka Sunan Kudus terhadap pejabat yang tidak amanah dan dengan kesaktian yang beliau miliki mampu menjadikan hal itu nyata. Hingga saat ini mitosnya masih dipercaya, bahkan tidak sedikit pejabat yang datang rela melewati pintu belakang bahkan berganti pakaiannya dulu sebelum masuk ke Masjid Menara Kudus ini.

Seperti itulah ulasan singkat Menara Kudus. Bagi Anda yang turut serta berwisata ziarah dengan tujuan walisongo, biasanya satu paket perjalanan tersebut termasuk wisata Menara Kudus ini. Setelah membaca artikel ini, Anda bisa mengetahui terlebih dahulu seluk beluknya, sehingga ketika bertandang ke sana, Anda sudah tidak ragu lagi akan kemegahan yang ada. Selamat berwisata.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */