Surganya Wisata Indonesia

Lokasi dan Sejarah Wisata Religi Masjid Agung Banten

0
Lokasi dan Sejarah Wisata Religi Masjid Agung Banten
Nilai Artikel Ini

Masjid Agung Banten – Banten merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang terletak diujung barat pulau jawa. Banyak tempat wisata di Banten yang bisa dikunjungi mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, serta religi. Kekentalan nilai-nilai agama Islam yang tertanam dalam aspek kehidupan masyarakatnya, menjadikan wisata religi di kota ini memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya dapat dilihat dari eksistensi Masjid Agung Banten yang menjadi salah satu lokasi yang ramai didatangi masyarakat muslim dari berbagai penjuru negeri.

Bangunan Masjid Agung Banten
Instagram by @uchim_

Tujuan dari masyarakat yang berkunjung ke masjid ini tidak adalah sebagai upaya mendekatkan diri keharibaan sang iahi. Disamping itu, mereka juga dapat mengetahui bukti sejarah penyebaran agama Islam di ujung kulon pulau jawa ini. Lokasi ini akan sangat dipadati terutama saat bertepatan dengan peringatan hari besar islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW dan Isra Mi’raj. Lalu, seperti apa ciri khas bangunan serta sejarah masjid Agung Banten ini? Berikut ini ulasannya.

Lokasi dan Akses Menuju Masjid Agung Banten

Lokasi Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, Kecamatan Kaseman berjarak sekitar 10 km dari Kota Serang. Masjid ini berbatasan langsung dengan perkampungan warga tepatnya disebelah selatan, barat, dan utara. Sedangkan disisi timur berbatasan langsung dengan alun-alun kota. Untuk tiba dilokasi ini, pengunjung bisa menggunkan kendaraan pribadi atau umum. Jika hendak menggunakan kendaraan umum, rute yang biasa dilalui adalah dari terminal Pakupatan, Kota Serang naik bus atau angkutan umum jurusan Banten Lama. Waktu yang diperlukan kurang lebih adalah setengah jam.

Tidak terlalu sulit untuk menemukan lokasi dari masjid ini terlebih peta masjid agung Serang Banten kini sudah bisa diakses melalui aplikasi dari telepon genggam sekalipun. Juga, ada banyak petunjuk arah yang bisa ditemukan di sepanjang jalan. Yang harus dilakukan adalah mengendarai kendaraan dengan mengikuti arah yang sudah ditunjukkan. Sehingga perjalanan pun menjadi semakin mudah tanpa khawatir untuk salah arah.

Kunjungi :  Eksotiknya Karang dan Pemandangan Alam Pantai Sidem Tulungagung

Ciri Khas Arsitektur Masjid Agung Banten

Selanjutnya, kekhasan yang dimiliki oleh masjid kebanggaan masyarakat Banten ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Keindahan dan kemegahan arsitektur masjid yang ditampilkan, mengajak pengunjung tidak hanya untuk beribadah namun juga memperkaya wawasan sejarah. Dalam proses pembangunannya, arsitek Masjid Agung Banten tediri dari 3 orang dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda.

Arsitek yang pertama adalah Raden Sepat, seorang arsitek dengan latar belakang budaya Majapahit yang juga merancang sejumlah masjid yang ada di Nusantara. Sehingga bentuk dan susunan bangunan masjid tidak jauh beda dengan masjid yang ada di nusatara. Selanjutnya, ada Cek Ban Su yang merupakan arsitek dari negara Tiongkok. Pengaruh Cek Ban Su terhadap arsitektur masjid terlihat dari bentuk atap masjid yang bersusun 5 seperti bentuk atap pagoda.

Keindahan Masjid Agung Banten
Instagram by @endyramadhan

Selain Masjid Agung Banten unik karena atapnya yang meyerupai pagoda tersebut, bentuk menaranya juga menjadi salah satu pusat perhatian. Menara yang menyerupai mercusuar tersebut merupakan gagasan dari arsitek ketiga yakni Hendrik Lucaz Cardeel. Dia adalah seorang arsitek berkebangsaan Belanda yang dulunya kabur ke Batavia. Kehadiran menara tersebut menjadi keunikan serta ciri khas tersendiri karena berbeda dengan menara masjid pada umumnya. Disini, pengunjung bisa mencapai puncak menara dengan cara menaiki anak tangga yang jumlahnya sekitar 83.

Disamping merancang menara masjid Agung Banten, arsitek dari negeri kincir angin tersebut juga membangun Tiyamah. Tiyamah merupakan sejenis paviliun bertingkat dengan gaya khas Belanda kontemporer yang berfungsi sebagai tempat pertemuan penting. Letak dari Tiyamah tersebut berada di samping kanan masjid, namun kini kehadirannya sudah dialihungsikan menjadi museum dilengkapi benda-benda peninggalan bersejarah. Saat datang ke kompleks masjid agung, para pengunjung atau peziarah juga tidak melewatkan untuk mendatangi bangunan peninggalan khas Belanda tersebut.

Kunjungi :  Asal Usul, Homestay dan Aktivitas Seru Pulau Tabuhan Banyuwangi
Masjid Agung
Instagram by @thifa_chia

Diatas hamparan tanah seluar 1,3 Hektar tersebut, tidak hanya terdapat masjid, menara dan tiyamah, namun masih ada kompleks pemakaman Sultan Banten beserta keluarga. Diantaranya adalah Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Abu Nasir Abdul Qohar, Sultan ageng Tirtayasa, Sultan Zainul Abidin, dan Sultan Maulana Muhammad. Komplek pemakaman juga menjadi destinasi ziarah yang banyak didatangi setiap harinya.

Sejarah Masjid Agung Banten

Asal usul masjid Agung Banten berawal dari instruksi seorang ayah kepada anaknya, Sunan Gunung Jati kepada Sultan Hasanudin untuk mencari sebidang tanah suci untuk dijadikan lahan kerajaan Banten. Setelah menerima mandat tersebut, Sultan Hasanuddin terus bermunajat kepada Allah SWT supaya ditunjukkan tempat yang paling tepat. Sebagai jawaban atas doa yang terus dipanjatkannya, lantas air laut disekitar tempat beliau bermunajat berubah menjadi hamparan daratan. Di tempat tersebut pula, Sultan Hasanuddin mulai mendirikan kerajaan Banten, masjid, pasar, serta alun-alun.

Sejarah Masjid Agung Banten
Instagram by @sunda_dripper

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendiri masjid Agung Banten adalah Sultan Hasanuddin, sultan pertama dari kerajaan Banten. Masjid tersebut dibangun sekitar tahun 1552 sampai dengan 1570. Masjid dengan paduan arsitektur hindu jawa, Belanda, dan Cina ini dilengkapi pula halaman yang luas yang dihiasi oleh tanaman flamboyan yang menyejukkan. Disamping itu, terdapat pula kolam-kolam dimana para wisatawan bisa bersantai dan mengobrol santai disekitarnya.

Masjid Agung Banten peninggalan kerajaan Banten ini menjadi bukti sebuah hubungan vertikal terhadap Yang Maha Kuasa dan juga hubungan horizontal terhadap sesama. Layaknya bangunan masjid pada umumnya, masjid ini berfungsi sebagai tempat ibada. Disisi lain, dari kekhasan bangunan yang ada, dapat dilihat adanya suatu peradaban luhur yang menjunjung nilai toleransi budaya. Sebuah saksi dan simbol keselarasan dari kehidupan yang menentramkan.

Kunjungi :  11 Tempat Wisata di Raja Ampat Papua Barat yang Menakjubkan

Tempat Wisata Indah dekat Masjid Agung Banten

Setelah bermunajat dan menelusuri jejak sejarah peradaban islam di komplek masjid agung, tak ada salahnya untuk melanjutkan perjalanan menikmati indahnya panorama alam. Salah satunya adalah pulau Tunda Banten yang berlokasi di sebelah utara teluk Banten. Hamparan pasir putih dan air yang membiru dari pulau dengan luas 300 hektar ini mampu menyihir jutaan pasang mata yang datang menghampirinya. Selain itu kekayaan biota lautnya juga sangat kaya dan begitu mempesona.

Masjid Agung Banten
Instagram by @explore_serang

Di pulau Tunda ini, wisatawan yang datang bisa menikmati wisata bahari dengan menyelam dan menyaksikan langsung ekosistem dibawah permukaan air. Tempat ini juga menjadi desnitasi diving yang direkomendasikan disamping Pulau Sangiang Cilegon. Tak hanya keindahan biota lautnya, pesona matahari tenggelam yang bisa disaksikan dari pulau ini juga menjadi magnet tersendiri. Perpaduan birunya laut dan warna langit yang kemerah-merahan menjadi lukisan tuhan yang menakjubkan.

Menyusuri jejak sejarah yang ada di Masjid Agung Banten membuat diri semakin mensyukuri nikmat yang diberi oleh sang ilahi. Keelokan dan keunikan bangunan juga menyadarkan akan indahnya keselarasan adat dan budaya. Perbedaan yang melebur menghasilkan suatu maha karya yang sarat akan nilai-nilai luhur. Selain dapat menyegarkan fikiran dan tubuh dari kepenatan, wisata religi ke tanah ujung kulon ini juga mampu menyegarkan iman.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */