Fakta Penting Yang Ada di Gunung Slamet Yang Harus Kamu Ketahui

0

Gunung Slamet – Ada banyak wisata di Purbalingga yang bisa dikunjungi salah satunya Owabong, tempat ini bisa menjadi wahana air yang cocok untuk keluarga karena keberadaanya yang strategis dengan fasilitas yang memadai membuatnya menjadi pilihan tersendiri dan harus menjadi rekomendasi saat mengunjungi Purbalingga. Dengan berbagai penawaran menarik akan membuat hari menjadi lebih indah. Selain wisata buatannya, Purbalingga masih memiliki wisata buatan yang terkesan alami, apakah itu? Jawabannya Desa Wisata Panusupan, desa yang dibuat sedemikian rupa menjadi objek wisata kekinian dengan berbagai pilihan wisata yang tersebar dari ujung desa hingga pangkal desa dengan berbagai ornamen dan bentuk yang beraneka ragam menyajikan keindahan alam yang alami dengan sentuhan arsitek yang tak kalah memukau dengan tempat lain yang menjadi wisata.

Sejarah, Mitos, Misteri, Penginapan dan Jalur Pendakian Gunung Slamet

Sejarah, Mitos, Misteri, Penginapan dan Jalur Pendakian Gunung Slamet
Instagram by @desa_cempaka

Gunung Slamet merupakan salah satu warisan alam yang memiliki banyak mitos dan misteri yang menyelimutinya. Jika ada yang menanyakan alamat Gunung Slamet dimana? Kita hanya perlu menjawab Gunung Slamet terletak di lima Kabupaten dan menjadi pembatas dua Provinsi menjadikannya istimewa. Ditambah lagi dengan ketinggian yang dimiliki, menjadikan Gunung Slamet sebagai gunung tertinggi nomor dua di Pulau Jawa setelah Gunung Mahameru. Tingginya mencapai 3.428 mdpl. Lebih tepatnya Gunung Slamet terletak di Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Banyumas, Brebes dan Tegal.

Gunung Slamet terkini mencatatkan diri pernah beberapa kali meletus dan hingga kini statusnya dapat dikatakan aktif, dan beberapa saat yang lalu bahkan statusnya waspada. Hal tersebut menyebabkan rekahan yang ada di Gunung Slamet semakin meluas dari Utara Ke Selatan. Letusan terakhir tahun 2009 dan kemudian setelah itu terjadi letusan-letusan yang terjadi terus menerus dan sampai sekarang.

Jalur Pendakian Gunung Slamet via Guci

Jalur Pendakian Gunung Slamet via Guci
Instagram by @saktya_ganes

Ada beberapa pilihan untuk menuju puncak Gunung Slamet mdpl 3.428 yaitu pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas dan via Guci, tapi pendakian melalui via Guci ini menjadi pilihan favorit para pendaki karena sensasinya yang sangat eksotis dan memukau. Dengan rute awal dari Semarang menuju Kendal dan kemudian ke Batang lalu mengambil arah Bantar bolang lalu ke Moga dan menuju Guci. Untuk mencapainya perlu waktu 3 jam.

Jika sudah sampai ke Guci, langsung menuju basecamp dan menuju ke pos 1 dengan petunjuk arah yang ada. Atau bisa lurus sampai perempatan belok kiri, sampai pertigaan ambil kiri melewati pepohonan pinus dan sampailah di pos 1 dengan waktu 1 jam. Menuju ke pos 2 diperlukan waktu 2 jam dengan menempuh jalur yang disebelah kanan dan kiri pohon yang menjulang tinggi. Menuju pos 3 masih sama dengan pos 2 yaitu sekitar 1 jam, sedangkan menuju pos 4 lebih lama yaitu sekitar 1,5 jam dengan keadaan yang lebih lembab.

Kunjungi :  Nikmati Serunya Berwisata di Jatim Park 1 Malang

Dan untuk ke pos 5 lebih menarik karena pohonnya yang lebat bisa dijadikan sebagai tempat istirahat yang menyenangkan dan indah. Sekitar 1,5 jam dengan pemandangan yang indah dan sumber air yang ada membuatnya menjadi lebih pilihan jika air yang dibawa sudah habis. Kesegaran air yang ada sangat segar. Dan bisa sebagai bekal mencapai puncak. Dari pos 5 menuju ke batas vegetasi selama 1 sampai 1,5 jam sebelum puncak dengan area yang lapang biasanya digunakan sebagai lokasi membuat tenda. Dilanjutkan ke Puncak selama 2 jam dengan jalur berpasirnya yang menanjak. Dan selamat menikmati.

Perlu catatan, jika ingin mengunjungi atau mendaki Gunung Slamet tidak boleh memikirkan hal yang tidak baik karena akan terjadi. Seperti jika kita berfikir capek maka sampai atas kita merasa capek begitupun sebaliknya. Jadi berfikirlah positif selama perjalanan dan tidak boleh melakukan hal-hal mesum disini.

Sejarah Gunung Slamet

Sejarah Gunung Slamet
Instagram by @odi_lutfi

Legenda yang ada menceritakan tentang asal usul Gunung Slamet. Pada zaman dahulu ada seorang ulama yang berama Syeh Maulana Magribi yang merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa yang asalnya seorang pangeran dari negara Rum-Turki. Pada suatu ketika, Beliau melihat cahaya misterius yang ada diangkasa dan menjulang tinggi seusai melaksanakan sholat subuh. Beliaupun penasaran dan tertarik dengan keberadaan cahaya itu berasal.

Setelah beberapa saat, Beliau mengambil keputusan untuk menyelidiki selagi menyebarkan agama Islamnya. Didampingi Haji Datuk yang merupakan pengikut setianya dengan kawalan ratusan tentara Beiau mulai perjalanan kea rah cahaya berasal. Sampailah Beliau di Gresik, baru beberapa saat cahaya itu muncul dari arah lain di sebelah Barat, akhirnya Beliau bergegas sampai ke Pemalang. Sesampainya disana, semua bala tentara dipulangkan ke Turki. Hanya Beliau dan Haji Datuk yang meneruskan langkah dengan berjalan kaki ke arah Selatan dan tak lupa menyebarkan agama Islam.

Cahaya itu mulai melewati daerah Banjar dan Beliau secara tiba-tiba terkena penyakit gatal yang sangat sulit disembuhkan diseluruh tubuhnya. Hingga suatu malam Beliau mendapatkan ilham setelah tahajudnya untuk pergi ke Gunung Gora. Bergegaslah Beliau pergi, sesampainya dilokasi, Haji Datuk diminta untuk berada di suatu tempat sedangkan Beliau ditinggalkan sendiri. Ternyata disana terdapat sebuah tempat yang mampu mengeluarkan asap dan ternyata setelah dilihat adalah sumber mata air panas dengan pancurannya yang berjumlah tujuh, Beliaupun memutuskan untuk tinggal guna pengobatan. Disana Beliau mandi dengan air panas dari pancuran secara teratur, dan akhirnya Beliau sembuh dari penyakit gatal yang diderita bantuan dari air panas tadi.

Kunjungi :  Relaxasi Pikiran ke Wisata Air Terjun Coban Rondo Malang

Karena manfaat yang dimilikinya, Beliau memberinya nama Pancuran Tujuh. Dan memberi gelar haji Datuk dengan gelar Rusuludi dalam bahasa Jawa berarti abdi yang setia. Dan desa yang ada di sekitar lokasi diberinama Baturadi yang kini lebih dikenal dengan nama Baturaden. Karena mendapatkan kesembuhan dari Gunung Gora dan mendapatkan keselamatan dari sana, akhirnya Beliau mengganti namanya menjadi Gunung Slamet dari awalnya Gunung Gora. Sedangkan warga yang ada menyebut Beliau dengan sebutan Mbah Atas Angin karena berasal dari tempat yang jauh (Turki).

Mitos yang ada di Gunung Slamet

Mitos yang ada di Gunung Slamet
Instagram by @ivan_hungkul

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai gunung yang satu ini. Mulai dari rekahannya yang berada dari Utara menuju Selatan dikabarkan akan terus membesar dan jika nantinya meletus bisa membelah Pulau Jawa menjadi dua bagian. Hal tersebut sangat ditakuti warga, bukan hanya isu semata, karena didalam ramalan dari Sri Aji Joyoboyo yang hidup pada abad ke-12 lalu mengemukakan bahwa Jawa akan terbelah menjadi 2 disebabkan karena permukaan tanah ambles yang membujur dari laut sebelah Utara ke Laut Selatan. Dan sampai sekarang hal itu menjadi legenda Gunung Slamet meletus Pulau Jawa terbelah dan menjadi salah satu pencarian yang sempat booming beberapa waktu yang lalu.

Misteri Gunung Slamet Jateng

Misteri Gunung Slamet Jateng
Instagram by @ilham_surf

Selain mitos yang menyertainya, di Gunung Slamet terdapat misteri yang sampai kini tidak tahu kebenarannya, diantara misteri yang ada dimulai dari:

  • Makhluk kerdil yang hidup di kawasan Gunung Slamet lebih tepatnya jika kita mendaki lewat jalur Guci, dikatakan makhluk itu berasal dari salah seorang pendaki yang tersesat dan berusaha untuk tetap hidup hingga akhirnya tidak dapat mempertahankan kewarasannya dan kehilangan akalnya sebagai manusia dan hidup layaknya kerdil di hutan kawasan Gunung Slamet. Dan dapat dikatakan makhluk ini sebagai penunggu Gunung Slamet.
  • Puncak Surono, dinamakan begitu karena dulu ada pendaki yang meninggal di puncak karena jatuh ke dalam jurang , dan dia bernama Surono. Diketahui sendiri bahwa di puncak Gunung Slamet terdapat kawah yang luas bernama Segara Wedi atau lautan pasir.
  • Pos Samarantu, dipos ini biasanya pendaki memilih untuk tidak tidur atau berjaga karena dikatakan ada sosok hantu yang sering mengganggu pendaki yang ada di jalur Bambangan ini. Samarantu sendiri berarti Samar yang berarti samar-samar dan hantu, bahkan kadang hantu yang ada menyerupai manusia, entah misteri itu benar adanya atau tidak.
  • Air Terjun Guci, disini merupakan sebuah tempat pesugihan yang menjadi andalan dan keberadaannya bahkan sudah termasyhur dikalangan para pecinta pesugihan, konon dibalik air terjun yang indah ini dijadikan markas persembunyian Naga Cerek yang akan memberikan kemudahan pada manusia yang menginginkannya. Biasanya, pesugihan dilakukan saat malam Selasa Kliwon atau Jum’at Legi dengan persembahan tertentu dengan didampingi juru kunci yang ada, dan biasanya syarat yang diminta adalah nyawa dari keluarga sang peminta. Dan katanya, air yang keluar dari air terjun ini dapat menyembuhkan penyakit kulit.
  • Misteri Gunung Slamet jika meletus Pulau Jawa terbelah dua menjadi penutup misteri Gunung Slamet dengan penjelasan yang ada sebelumnya.
Kunjungi :  33 Tempat Wisata di Banda Aceh yang Terkenal

Penginapan di sekitar Gunung Slamet

Penginapan di sekitar Gunung Slamet
Instagram by @afianto_suty

Banyak pilihan penginapan yang terdapat di area Purwokerto yang mungkin bisa menjadi pilihan saat datang ke Gunung Slamet. Diantaranya yaitu:

  • Hotel Gunung Slamet Purwokerto di Jl. Overste Isdiman No. 20 Purwokerto. Untuk informasi harga dan fasilitas bisa menghubungi nomor 0281636407.
  • Hotel Wisata Niaga, terletak di Jl. Merdeka No. 5 Purwokerto. Untuk pemesanan bisa menghuungi no 081642333 atau sms ke nomor 08122990000 dan bagi yang ingin mengirim ke Fax juga bisa di +62281642567. Disini pengunjung akan mendapatkan pelayanan yang sangat baik dengan harganya yang terjangkau untk satu malamnya, untuk family room seharga Rp. 550.000,00, superior room seharga Rp. 450.000,00, deluxe room seharga Rp. 380.000,00 dan standar room seharga Rp. 290.000,00. Dengan masing-masing kamar disediakan shower air panas atau dingin, telepon, mini bar, AC. Dan untuk fasilitas umumnya ada area parkir, basement, coffe shop, lift, laundry servise, drugstore, lobby area, meetig room. Informasi lebih lanjut bisa di http://wisatadynasty.com/
  • Atrium Resort & Hotel, di Jl. Soepardjo Rustam Purwokerto. Ada 31 kamar dengan 11 kamar hotel dan 10 kamar bergaya villa yang tersedia disini. Fasilitas yang ada mulai dari restoran, ruang pertemuan, safety deposit boxes, kolam rennag, pusat informasi dan area parkir. Untuk tiap kamar yang ada tersedia telepon, kamar mandi air dingin atau panas, layanan antar jemput dengan gratis, AC, TV, free wifi. Untuk kamarnya berbeda sesuai tipe yang diambil, untuk standar seharga Rp. 330.000,00, deluxe seharga Rp. 495.000,00 dan Suite Rp. 715.000,00. Untuk info lanjutan bisa hubungi 0816844040, fax +622816844041, email di [email protected]

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */