Menikmati Sunrise Terbaik di Gunung Sindoro Temanggung

0

Gunung Sindoro Temanggung – Bagi Anda pecinta aktivitas mendaki, tentu sudah tidak asing lagi dengan gunung kembar yang dimiliki oleh Provinsi Jawa Tengah ini. Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Kedua gunung tersebut berada dalam lokasi yang berdekatan dengan bentuk yang hampir mirip, sehingga banyak kalangan yang mengatakan dua gunung tersebut kembar. Dilihat dari atas, keberadaan gunung-gunung tersebut berada satu lingkaran dengan gunung lainnya seperti Gunung Merapi, Gunung Andong, dan Gunung Merbabu. Namun, saat ini, yang akan diulas lebih dalam adalah Gunung Sindoro. Mari menengok keindahan alam Sindoro.

Misteri, Lokasi dan Jalur Pendakian Gunung Sindoro Temanggung

Puncak Gunung Sindoro mdpl adalah 3153. Ada pula yang menyebutkan puncak gunung ini adalah 3155 meter di atas permukaan laut. Akan tetapi, tulisan yang berada di puncak gunung menyematkan angka 3153 mdpl sebagai ketinggian Gunung Sindoro. Di puncak tertinggi nomor 3 di Provinsi Jawa Tengah ini, Anda dapat menyaksikan panorama yang cukup eksotis, mulai dari hamparan awan putih yang begitu luas sejauh mata memandang, puncak gunung-gunung lainnya yang juga turut serta menghiasi pandangan mata, batu-batuan besar berwarna putih, serta asap putih yang dihasilkan kawah yang berada di Puncak Sindoro. Banyak penyebutan daru gunung ini. Ada yang menyebut dengan nama Sindoro, Sindara, dan Sundoro. Kesemuanya nama tersebut tertuju kepada gunung ini. Anda pecinta kegiatan pendakian dan belum pernah mendaki Sindoro, pasti penasaran, dimana jalur pendakian Gunung Sindoro Sumbing terletak, apa yang harus dipersiapkan, dan sebagainya. Simak secara cermat penjelasan berikut.

Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Kledung

Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Kledung
Instagram by @anto_andriyan

Kledung merupakan nama sebuah desa di Kecamatan Kledung. Dari beberapa jalur yang tersedia, biasanya jalur Kledung ini adalah jalur terfaforit yang biasa dipilih oleh para pendaki, sebab, jalur inilah alternatif paling cepat untuk dapat sampai di Puncak Sindoro. Ada beberapa pos atau tempat peristirahatan yang harus dilalui. Masing-masing pos berjarak sekian kilometer, sehingga untuk mencapainya dibutuhkan waktu hingga berjam-jam. Total waktu yang dibutuhkan untuk bisa menakhlukkan Gunung Sindoro ini berkisar 7 sampai 7.5 jam dengan rincian waktu sebagai berikut.

Kunjungi :  34 Tempat Wisata Baru di Pasuruan Jawa Timur

Basecamp ke Pos Pertama

Basecamp ke Pos Pertama
Instagram by @slavinaayu

Dari sinilah perjalanan Anda dimulai. Lakukan pemanasan singkat, jika perlu, lakukan pemanasan fisik selama sebelum keberangkatan pendakian, agar tubuh benar-benar fit dan siap untuk melakukan perjalanan dengan jarak jauh dan medan yang terjal. Dari Basecamp ini, Anda harus berjalan kaki dalam waktu 1.5 jam. Untuk jalur pertama ini, Anda akan dimanjakan dengan hijaunya pemandangan perkebunan dan jalan beraspal. Awal yang cukup menyenangkan. Anda dapat mengambil foto awal perjalanan Anda dengan latar foto yang sangat menyejukkan mata. Ada kabar gembira bagi Anda pendaki pemula. Di sekitar jalur pertama ini, Anda akan menemukan pos bayangan. Pos ini ditempati oleh para tukang ojek. Anda yang hendak mempersingkat perjalanan menuju puncak dan tak sabar ingin segera sampai, manfaatkan jasa tukang ojek ini. Mereka akan dengan senang hati dan dengan penuh kehati-hatian mengantar Anda sampai ke Puncak Gunung Sindoro.

Pos Pertama ke Pos Kedua

Pos Pertama ke Pos Kedua
Instagram by @ekakircon

Waktu tempuh menuju pos 2 adalah sekitar 1 jam. Anda akan mulai diajak untuk menapaki jalanan berbatu dengan jalan naik. Dari sini, Anda bisa melihat pemandangan berupa tingginya pohon-pohon hijau yang mulai menyelimuti sepanjang jalur kedua ini. Selalulah berhati-hati dengan tidak berbuat yang tidak pantas serta tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Pos Kedua ke Pos Tiga

Pos Kedua ke Pos Tiga
Instagram by @grasindo_sindoro

Perjalanan selanjutnya ini membutuhkan waktu yang lebih lama yaitu 2 sampai 3 jam. Rupa jalan semakin menanjak dengan batu-batuan yang bisa Anda lihat dimana-mana. Menapakai jalur ketiga ini, Anda mulai dapat menatap daerah pegunungan yang tertutup awan dan hanya puncaknya saja yang terlihat. Gunung pertama yang akan Anda lihat adalah Gunung Sumbing. Pos dua ini merupakan sebuah bangunan pos seperti sebuah tempat berjualan kosong. Sampai di pos tiga, Anda akan disuguhi area berumput yang cukup lapang. Di sinilah biasanya para pendaki yang menginap mendirikan tenda.

Kunjungi :  Suka Fotografi? Wajib Jelajah Kedung Cinet Jombang

Pos Tiga ke Pos 4

Pos Tiga ke Pos 4
Instagram by @hudanhr_

Jalur selanjutnya membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam. Di perjalanan kali ini, Anda akan ditemani oleh rumput-rumput serta pohon-pohon dengan daun lebat. Pos 4 juga mempunyai tanah lapang, namun karena letaknya yang semakin berada di atas ketinggian dengan aliran udara yang cukup kencang, Anda sangat tidak disarankan untuk mendirikan tenda atau bermalam di tempat ini, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah pos 4 ini, Anda akan menemukan area hutan kecil yang sering disebut dengan Hutan Lamtoro. Hutan inilah yang akan mengantarkan Anda menuju tempat yang Anda nantikan sebelum sampai puncak yaitu Padang Edelweis. Disebut demikian, karena tempat ini banyak ditumbuhi oleh Bunga Edelweis, bunga yang sangat populer di kancah pendakian, karena hanya mampu tumbuh di dataran tinggi seperti Gunung Sindoro ini. Anda yang jauh berada di pulau seberang, pasti akan bertanya-tanya, letak Gunung Sindoro dimana? Secara administratif, Gunung Sindoro berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo.

Kembali ke perjalanan. Dari Padang Edelweis, Anda masih harus menempuh jalur sejauh 1.5 jam. Dan, tibalah Anda di Puncak Sindoro. Terdapat dua buah kawah yang berada di puncak. Ketika Anda kehabisan bekal minuman atau sebagai tambahan bekal ketika turun, Anda dapat memanfaatkan keberadaan genangan air di salah satu puncak untuk dimasak. Selain melalui Jalur Kledung ini, Anda bisa muncak dengan mengikuti jalur pendakian Gunung Sindoro via Tambi. Selain itu, tempat wisata Temanggung ini dapat Anda capai dengan melewati jalur Jlumpit.

Mitos Gunung Sindoro Dieng

Mitos Gunung Sindoro Dieng
Instagram by @pendaki.muncukers

Sudah bukan barang aneh lagi, banyak misteri dan mitos yang tersimpan di tempat-tempat wisata tak berpenghuni seperti ini. Mitos pertama yang harus Anda ketahui adalah adanya dua macam kabut yang menyelimuti kawasan Gunung Sindoro. Kabut tersebut adalah kabut hitam dan kabut putih. Kabut putih merupakan kabut yang cukup aman Anda lewati, sedangkan kabut yang cukup berbahaya adalah kabut hitam. Konon, kabut hitam ini dapat membuat pendaki tersesat. Anda mungkin pernah mendengar berita tentang pendaki hilang di Gunung Sindoro Temanggung. Menurut warga sekitar, orang tersebut bisa tersesat karena tersapu kabut hitam. Anda yang hendak mendaki Puncak Sindoro, harus ekstra berhati-hati. Di samping adanya kabut tersebut, konon ada misteri penunggu Gunung Sindoro Wonosobo. Baca doa sebelum melakukan aktivitas pendakian dan selalu memohon keselamatan dimanapun adalah kuncinya, serta mentaati kode etik pecinta alam adalah yang utama.

Kunjungi :  Mendaki Gunung Lawu? Kunjungi Juga Cemoro Sewu Magetan

Mitos kedua adalah tentang Gunung Sindoro meletus. Pernah tersiar kabar menggemparkan beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 2011, bahwa salah satu gunung aktif ini melalukan beberapa aktivitas kegempaan dan mengeluarkan asap pada puncaknya, sehingga berakibat pada potensi letusan. Namun hal tersebut cepat disanggah oleh tim pengamat Gunung Sindoro. Pihak tersebut lekas menyanggah berita yang tersebar dan memperbarui warta kepada masyarakat bahwa meskipun terjadi aktivitas sedemikian rupa,Gunung Sindoro tetap dalam kondisi aman.

Setelah mendaki Sindoro, ada satu lagi wisata di seberang yang melambai-lambai menanti untuk Anda sambangi. Tepat sekali. Gunung Sumbing. Lengkapi pendakian Anda dengan menakhlukkan kedua puncak kembar tersebut. Temanggung masih menyimpan dua tempat wisata lagi yang harus Anda kunjungi, yakni Pikatan Waterpark. Taman air peninggalan zaman kerajaan ini wajib menjadi destinasi ketika Anda berkunjung ke Kabupaten Bersenyum ini. Selain itu, jangan lupa untuk menengok Kledung Pass, agar wisata Anda semakin lengkap. Segera persiapkan peralatan wisata dan visit Temanggung!

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */