Candi Mendut, Wisata Sejarah yang Ada di Magelang

0

Candi Mendut, Wisata Sejarah yang Ada di Magelang – Guys! angkat tangan nih yang suka sama sejarah?? yuk kita telusuri kawasan wisata bersejarah di Indonesia. Nggak hanya Candi Pawon aja yang keren. Nih ada Candi Mendut juga yang merupakan wisata ramai pengunjung di akhir pekan, Guys!

Candi Mendut menyimpan kisah unik yang menarik loh, Guys! Pasalnya Candi Buddha yang jaraknya dekat dengan Candi Borobudur ini merupakan destinasi yang suka dikunjungi oleh para pecinta budaya. Penulis juga sih. Nah, kalian yang ngaku cinta akan sejarah ayo dong mana suaranya?

candi-mendut
by instagram @dewiputrikhanifatin

Guys! Candi Mendut dibangun oleh Dinasti Syailendra, Raja Indra dan bukti sejarahnya pun dapat dilihat dari sebuah prasasti Kayumwungan yang ditemukan di Karang Tengah. Candi Mendut berbentuk persegi empat lengkap dengan hiasan beberapa stupa kecil. Candi Mendut arahnya menghadap ke Barat berbeda dengan Candi Borobudur yang menghadap arah matahari terbit. Oh ya, Guys! kalian harus tahu nih, Candi Mendut lebih duluan dibangun dari Candi Borobudur loh.

Candi Mendut

Candi Mendut emang sih nggak semegah Candi Borobudur. Hehehe.. Soalnya udah pasti kebayang kan bagaimana orang-orang lebih sukanya malah berwisata ke Borobudur mah kemana-mana kalau lagi ke Jogja. Bener nggak? Iyalah! Tapi ya Guys! Candi Mendut emang memiliki nuansa Buddha yang kental dibandingkan Candi lainnya. Termasuk Candi Borobudur ya. Tempatnya juga asyik saat dikunjungi pada waktu weekend. Nih asyik loh, Guys! Ajak deh sodara, sohib, atapun pasangan kalian buat kesana di akhir pekan. Rasakan sendiri deh gimana sensasi nuansa Budhha-nya yang kental.

candi mendut magelang

Candi Mendut merupakan tiga rangkaian Candi Buddha yang secara histori serta simbolis-nya terkait satu dengan yang lain. Ketiga rangkaian tersebut yaitu Candi Mendut, Candi Pawon dan juga Candi Borobudur. Candi Mendut dan Candi lainnya dibangun  pada waktu yang hampir bersamaan, pada masa pemerintahan Smaratungga-Pramoddhawardani (824-842 M). Keterkaitan antara ketiga Candi semakin terlihat jelas ya Guys! ketika diadakannya upacara Waisak. Tahu Waisak? Nggak mungkin nggak tahu. Apalagi kalian yang berumat Budhha. jika di telusuri sih, upacara Waisak di kawasan Borobudur selalu diawali di Candi Mendut dulu kan setelah itu kemudian Pawon lalu puncaknya ya di Candi Borobudur itu, Guys! Saat upacara akan dinyalakan hio lalu mereka yang beribadah berdoa di depan tiga Arca Budhha yang terdapat di dalam Candi. Untuk sekedar mengingat aja nih, ketiga Arca Buddha ini memiliki sikap tangan berbeda-beda yang memiliki pesan tertentu seperti pesan untuk takut (Wara Mudra), ada juga sih, Guys! Yang melambangkan Sang Buddha yang sedang menyampaikan ajarannya dan menunjukan Sang Buddha yang sedang memutar roda dharma.

Kunjungi :  Jalan Jalan ke Kebun Raya Baturaden Banyumas Jateng

biksu candi mendut

Di halaman Candi Mendut, terdapat sebuah pohon Bodhi rindang. Jenis pohon ini diyakini umat Buddha sebagai tempat di mana Soddharta Gautama mencapai penerangan sempurna. Nuansa Buddha juga kental banget ketika sebuah kompleks vihara berdiri di sebelahnya. Vihara itu nama lain dari Vihara Buddha Mendut, yang merupakan tempat bagi biksu dan juga biksuni untuk berkumpul dan belajar mengenai Agama Buddha.

pohon bodhi

Kunjungi Tempat Wisata di Magelang Lainnya : 

Ketep Pass Magelang, Obyek Wisata Alam Kegunungapian
Candi Pawon, Candi Mungil dengan Lubang Anginnya
Rumah Kamera Magelang, Wisata Sensasi “Galeri Seni”

Komples vihara terdiri dari berbagai tempat ibadah, Guys!  Ada juga asrama, perpustakaan umum serta taman. Hampir semua bagian vihara ini bebas didatangi pengunjung. Kecuali asramanya aja sih. Uniknya dari vihara Guys! Yaitu sebuah pohon langka yang bunganya pun sangat unik. Apa ya namanya? Yup, bunga Sal atau Canonball flower. Bisa di buat selfie kok Guys! Tenang aja. Eist, yang terpenting menjaga kebersihan dan keindahan Candi ya. Jangan suka selfie, eh nggak tahunya malah ngerusakin. Weekend nggak hanya dapet jalan-jalan aja tapi sekalian beibadah dan mengingat sejarahnya.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

/* */